Beban Maksimal Tiga Ton

Kendaraan kecil sudah bisa melintas jembatan darurat Air Aman. Namun, kendaraan yang lewat di jembatan ini dibatasi. Foto: herli yansah/oku ekspres. (*)

OKU – Jembatan darurat di desa Lubuk Batang Lama, kecamatan Lubuk Batang yang menghubungkan kecamatan Lubuk Batang dan Peninjauan resmi dibuka untuk umum. Meski demikian, tidak semua kendaraan bisa melintasi jembatan tersebut.

Kades Lubuk Batang Lama Jus Imani mengatakan, petugas membatasi kendaraan yang akan melintas jembatan darurat tersebut. “Jembatan darurat tersebut bersifat sementara. Sehingga kelas jembatannya pun berbeda dengan jembatan beton pada umumnya. Ada batasan bagi kendaraan untuk bisa melintasi jembatan tersebut,” kata Jus Imani.

Jembatan ini dibangun dengan rangka pipa besi, landasan besi, serta lantai papan. Jadi kendaraan bertonase besar seperti truk dengan muatan berat tidak bisa melewati jembatan ini.

“Apalagi lebar jembatan juga tidak memungkinkan untuk dilewati kendaraan besar, di tambah lagi di kedua ujung jembatan dipasang portal besi,” terangnya, kemarin (17/11). Sehingga mobil yang bisa melintasi jembatan ini hanya minibus dan pick up.

Kemudian, di pangkal jembatan terpasang pemberitahuan berat maksimal kendaraan yang bisa melintas jembatan adalah 3 ton. Bagian atas jembatan dipasang plang agar mobil dengan muatan tinggi tidak bisa melewati jembatan itu.

“Pemerintah desa Lubuk Batang Lama mengucapkan terima kasih kepada Dinas PU PR Sumatera Selatan yang telah membangun jembatan darurat ini sebelum jembatan permanen dibangun,” ucap Jus Imani.

Mengenai pembangunan jembatan permanen, Jus Imani mengaku belum bisa memastikan. Sebab pembangunan jembatan Air Aman tersebut merupakan kewenangan pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

“Kalau pembangunan jembatan permanen kita belum diketahui. Semoga saja di 2021, jembatan permanen dibangun,” harapnya. (lee)