Mediasi Sepakati Lima Poin

Mediasi antara CV Ogan Makmur Mandiri dan oknum polisi yang diduguat menutup jalan di desa Merbau. Foto: ist. (*)

OKU – Pemerintah kecamatan Lubuk Batang memanggil CV Ogan Makmur Mandiri dan oknum polisi yang menutup jalan ke CV Ogan Makmur Mandiri. Tujuan pemanggilan tersebut untuk melakukan mediasi. Hal ini dilakukan karena masalah ini terjadi bersumber dari kedua belah pihak.

Hal ini dikatakan Camat Lubuk Batang Helni Purnanengsih SE seusai menggelar mediasi tersebut, kemarin (10/11). Helni menyebut, mediasi tersebut guna mencari solusi bagi kedua belah pihak.

“Jika dibiarkan berlarut – larut, maka akan lebih banyak pihak yang akan dirugikan. Selain itu, kita khawatir akan terjadi hal – hal yang tidak diinginkan,” ucap Helni.

Mediasi selama dua jam lebih itu berlangsung alot. Kedua belah pihak mempunyai argumentasi sendiri.

Ir H Didik Kustranggono selaku pemilik CV Ogan Makmur Mandiri menyebut jalan yang diportal oknum polisi tersebut merupakan jalan Pemerintah Kabupaten OKU yang dibangun melalui program TMMD dan didanai oleh APBD OKU pada 2008 silam.

Sedangkan terkait lahan yang dibangun jalan tersebut merupakan tanah hibah oleh masyarakat sekitar dengan kompensasi diberi bibit karet sebanyak 500 batang per orang.

“Jadi pembangunan jalan itu atas keinginan masyarakat dan bahkan saudara Eh (oknum polisi) juga mendukung saat itu. Saya juga telah membangun jembatan dengan biaya yang cukup besar sebagai akses penyeberangan warga. Hal ini guna untuk memajukan daerah tersebut yang kala itu masih sangat tertinggal,” sebut Didik.

Namun, keterangan Didik tersebut dibantah oleh  Eh yang mengaku tak ada hibah tanah untuk jalan di daerah itu. Ia mengatakan ada jalan yang akan dibangun melalui program TMMD namun bukan di jalan yang ia tutup.

“Survei pertama bukan di jalan yang dibangun Didik untuk jalan TMMD, namun di seberang dusun. Namun pada pelaksanaannya justru jalan ini yang dikeraskan melalui program TMMD. Kita juga tidak ada menghibahkan tanah,” ucap Eh.