Pemilihan Anggota BPD Dinilai Bermasalah

Kades Air Paoh Edi Polo memberi penjelasan terkait sanggahan pemilihan BPD Air Paoh. Foto: Herli yansah/Oku ekspres. (*)

OKU – Pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur dinilai bermasalah, khususnya di dusun 3. Pemilihan yang dilaksanakan pada 18 Oktober lalu menimbulkan perdebatan yang berujung pada tertundanya tahapan berikut. Hal ini lantaran adanya sanggahan terhadap calon yang memperoleh suara terbanyak oleh tiga calon lainnya.

Kades Air Paoh Edi Polo membenarkan permasalahan tersebut. Edi menjelaskan, pemilihan anggota BPD yang bermasalah adalah pemilihan di dusun 3. Ada empat kandidat yang memperebutkan satu kursi  di dusun tersebut.

Yaitu Yusnardi, Aptrama Dedi, Saparudin, dan Agustrawansyah. Saat pemilihan, Yusnardi memperolehan 119 suara; Aptrama Dedi 109 suara; Saparudin 101 suara; dan Agustrawansyah 7 suara.

Namun, saat hasil pemilihan diumumkan dan ditandatangani panitia, menurut Edi, ada sanggahan keberatan dari calon yang kalah terhadap calon peraih suara terbanyak. Sanggahan tersebut, menurut Edi, dilayangkan calon yang kalah dengan dalih peraih suara terbanyak (Yusnardi) telah mengundurkan diri.

“Sebelum pemilihan, calon anggota BPD (pada 24 September) rapat dengan panitia untuk menentukan nomor urut dan tempat pemilihan. Dalam rapat itu, salah satu calon (Yusnardi) mengundurkan diri. Pengunduran diri ini tertuang di berita acara (BA),” ucap Edi.

BA inilah yang diklaim calon anggota BPD yang kalah sebagai bukti pengunduran diri calon peraih suara terbanyak tadi. Sayangnya di dalam BA yang ditunjukkan Edi tidak ada nama Yusnardi (sebagai peraih suara terbanyak hasil pemilihan) di kolom daftar hadir, apalagi tandatangannya.

“Tidak ada surat pengunduran diri, namun dia mengundurkan diri saat rapat,” ucap Edi.

Terkait alasan nama Yusnardi masih ada saat pemilihan padahal ia sudah mengundurkan diri, Edi dan Aptrama Dedi (sebagai salah satu calon anggota BPD) menyebutkan, hal itu karena nama Yusnardi sudah terdaftar sebagai calon sebelum ia mengundurkan diri.

“Karena yang bersangkutan memang sudah terdaftar sebagai calon, jadi terpaksa namanya ditampilkan,” terang Edi.