Jembatan Alternatif Sudah Bisa Dilewati

Jembatan alternatif di desa Lubuk Batang Lama sudah bisa dilalui kendaraan meski hanya untuk sepeda motor dan mobil ukuran kecil. Foto: herli yansah/oku ekspres. (*)

OKU – Jembatan alternatif di desa Lubuk Batang Lama, kecamatan Lubuk Batang sudah bisa dilalui kendaraan sejak empat hari terakhir. Jembatan Alternatif ini dibangun secara swadaya oleh masyarakat yang dibantu PT Pratiwi Dhama dan PT KAI.

Jembatan dengan panjang 13 meter dan lebar 2,5 meter itu rampung dikerjakan pada 31 Oktober lalu. Di hari yang sama, jembatan tersebut dibuka untuk umum.

Kades Lubuk Batang Lama Jus Imani mengatakan, kendaraan tujuan kecamatan Peninjauan dan sebaliknya tidak lagi melintasi desa Kurup. “Jembatan alternatif ini memangkas jarak karena pengendara tidak perlu melintasi Talang Teleme. Namun jembatan ini hanya untuk kendaraan kecil dan sepeda motor. Sedangkan truk dan kendaraan besar lainnya harus lewat Kurup,” kata Jus Imani.

Jus Imani juga mengucapkan terima kasih kepada donatur yang membantu pembangunan jembatan alternatif tersebut. “Termasuk PT KAI dan PT Pratiwi Dhama yang telah memberikan material serta pengerjaan pembangunan jembatan alternatif ini,” ucapnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga tengah membangun jembatan darurat. Jembatan darurat tersebut dibangun tak jauh dari jembatan Air Aman yang ambruk beberapa hari lalu. Beberapa pilar besi sudah dipasang di bagian hulu sungai Air Aman.

“Untuk jembatan darurat masih dalam pengerjaan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Saat ini, pembangunannya sudah dalam tahap pemasangan tiang jembatan serta besi landasan. Semoga pembangunan jembatan darurat bisa secepatnya selesai,” tambah Jus Imani.

Sedangkan untuk jembatan pengganti jembatan yang ambruk, Jus Imani mengatakan belum bisa memastikan kapan realisasi pembangunannya. Sebab pembangunan jembatan tersebut membutuhkan biaya besar dan pengerjaannya membutuhkan waktu cukup lama. “Kalau pembangunan jembatan baru, kita belum tahu karena kewenangan provinsi,” tutupnya. (lee)