GTKHNK 35+ Tuntut Diangkat Jadi PNS Tanpa Tes

Ikrar dukungan Sekda OKU Dr H A Tarmizi untuk munas GTKHNK 35+ tahun 2021 di Jakarta. Foto: ist. (*)

OKU – Tenaga honorer di Kabupaten OKU yang tergabung di organisasi Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori usia diatas 35 tahun atau GTKHNK 35+ masih berjuang keras untuk menjadi PNS.

Bahkan saat ini, bersama GTKHNK 35+ se Indonesia, mereka berjuang mendorong penerbitan Keputusan Presiden (Keppres) sebagai dasar pengangkatan PNS tanpa tes.

“GTKHNK 35+ ini mendorong Keppres itu karena tidak mungkin lagi bisa jadi PNS melalui tes. Usia menjadi kendala,” ujar Ketua GTKHNK 35+ OKU, Candra S Pd, saat berkunjung ke graha OKU EKSPRES dan Menakar.com.

Usia, sambung Candra menjadi kendala untuk ikut tes PNS. Untuk mengikuti tes PNS, usia maksimal peserta adalah 35 tahun. Sementara, usia tenaga honorer sudah banyak yang lebih dari 35 tahun.

“Jadi tidak mungkin lagi kami ikut tes. Sementara, banyak tenaga honorer yang sudah mengabdi sangat lama. Ada yang sudah 20 tahun mengabdi di sekolah dengan status tenaga honorer,” tuturnya.

Sampai saat ini, organisasi yang didirikan pada 10 November 2019 itu memiliki 438 orang anggota. Terdiri dari guru honorer dan tata usaha di sekolah negeri. Mulai dari PAUD hingga SMA/SMK.

“Sekarang ini GTKHNK meminta dukungan dari Pemerintah Kabupaten OKU. Dukungan berbentuk tulisan itu akan dikirim ke provinsi dan dilanjutkan ke pusat,” katanya.

Minggu kemarin, GTKHNK 35+ menggelar pertemuan di gedung SKB Baturaja. Pertemuan tersebut dihadiri ketua, wakil dan penasehat GTKHNK 35+ Provinsi Sumsel, pengutus PGRI OKU, Sekda OKU, Kadisdik serta ketua GTKHNK OKU Selatan.

“Alhamdulillah dukungan dari Bupati OKU sudah ada. Dukungan ini terus digalang dari berbagai daerah di Indonesia yang akan disampaikan kepada presiden,” sebut Candra. (stf)