Dua Malam, Dua Kali Longsor

Longsor di jalan nasional desa Terusan, dua kali longsor selama dua malam terakhir. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun pengguna jalan diminta waspada saat melintas. Foto : Mustofa/Oku Ekspres. (*)

OKU – Dua kali longsor dinding jalan terjadi di desa Terusan, kecamatan Baturaja Timur. Longsor pertama terjadi pada 25 Oktober malam, dan longsor susulan pada 26 Oktober malam.

“Keduanya terjadi malam hari di titik yang sama,” ujar Kades Terusan Tugino, kemarin (27/10).

Longsor tersebut terjadi di dekat ponton milik PLTU dan berdampingan dengan gorong-gorong besar PT KAI. Titik longsor berada di samping gorong-gorong. Tanah tepi jalan longsor ke aliran sungai setinggi lima meter dengan lebar longsor sekitar 4 meter.

Selain itu, talud penahan tanah tebing jalan yang dibangun belum lama ini sebagian ikut terseret ke sungai. Namun sebagian lagi tertahan tunggul pohon besar. “Tidak ada korban jiwa saat kejadian dan semoga tidak ada korban,” harapnya.

Untuk sementara, titik longsor dipasang garis polisi, papan peringatan, dan road barrier. Rambu tersebut diperlukan karena ruas jalan tersebut kecil dan membahayakan. “PLTU juga nanti akan membangun penahan di titik longsor,” terangnya.

Diduga, penyebab longsor karena air yang masuk ke bawah jalan melalui retakan jalan. Sehingga air tersebut mendorong tanah tebing ke sungai Ogan. “Potensi longsor sudah bermunculan. Karena jalan yang berdampingan dengan sungai Ogan sudah banyak yang retak,” ungkapnya.

Secepatnya dirinya akan menyampaikan usulan ke Balai Besar Jalan Nasional di Provinsi melalui Dinas PUPR OKU. Dirinya mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat melintas.

“Untuk kendaraan besar (roda sepuluh) sebaiknya lewat cor beton atau simpang Meo. Karena jalan ini, bukan kelasnya, ” tandasnya. Pantauan di lapangan, Camat Baturaja Timur Ogan Amrin, Kapolsek Baturaja Timur Akp Sulis, Bhabinkamtibmas serta pihak PLTU mengecek lokasi longsor. (stf)