Jembatan Air Aman Putus

Kondisi jembatan Air Aman yang ada di desa Lubuk Batang Lama putus. Dengan kondisi ini kendaraan roda 4 tak bisa lagi melintasi jembatan tersebut. Foto: Herli Yansah/oku ekspres. (*)

LUBUK BATANG – Jembatan Air Aman yang berada di desa Lubuk Batang Lama, Kecamatan Lubuk Batang, putus pada 23 Oktober malam. Jembatan tersebut putus diduga kuat karena tanah sekitar jembatan tergerus. Akibatnya tanah di bagian bawah jembatan amblas sekitar dua meter.

Sejauh ini belum diketahui secara pasti penyebab jembatan ini putus. Kades Lubuk Batang Lama Jusimani menduga, jembatan ini putus karena usia jembatan yang memang sudah tua.

“Jembatan ini memang sudah tua karena dibangun pada zaman Belanda, sekitar tahun 1930-an. Sejak dibangun, jembatan ini belum pernah direnovasi sama sekali. Jadi wajar saja kalau jembatan ini putus,” ucap Jusimani.

Ia menjelaskan, dua hari sebelum putus, aspal di sambungan jembatan yang memiliki panjang sekitar 40 meter dan ketinggian 10 meter itu memang sudah turun dan terlihat retak. Namun begitu, masih bisa dilalui kendaraan, termasuk truk dan sejenisnya. Namun pada Jumat malam, kondisinya kian parah dan putus.

“Kalau kemarin belum putus, masih bisa dilewati. Nah, tadi malam (23 Oktober) putus. Untungnya warga mengetahui saat jembatan ini putus. Warga pun memberi tanda bahaya agar tak ada yang menjadi korban dari putusnya jembatan ini,” jelas Jusimani.

Saat ini, lanjutnya, jembatan sudah tak bisa lagi dilalui oleh mobil. Sebab, aspal sudah benar – benar putus sepanjang dua meter. Bantalan jembatan serta pondasinya sudah turun. Bahkan tiga buah tiang penyangga jembatan patah.

“Untuk sepeda motor masih bisa melintas karena warga memasang dua keping papan agar sepeda motor bisa lewat. Pemerintah desa sudah berkoordinasi dengan desa tetangga seperti Lubuk Batang Baru dan desa Belatung untuk meminta bantuan PT KSO Pratiwi Dhama dan PT KAI untuk meminjam beberapa rel untuk membuat jembatan darurat yang akan dibangun,” lanjutnya.

Namun untuk sementara waktu, tambah Jusimani, untuk mobil tujuan Kecamatan Peninjauan atau sebaliknya bisa melewati jalan lingkar desa di desa Kurup. “Untuk truk atau kendaraan yang lebih besar diarahkan melalui jalan desa Kepayang ke Batumarta,” katanya.