Kartu Tani Dinilai Lebih Menguntungkan

Penyerahan kartu tani secara simbolis oleh Pjs Bupati OKU M. Zaki Aslam kepada para petani. Foto: herli yansah/oku ekspres. (*)

OKU – Pupuk merupakan komponen penting dalam bertani. Komponen ini harus dimiliki petani.

Namun tak semua petani mampu mendapatkan pupuk yang cukup karena harganya yang tinggi. Sedangkan kebanyakan petani di berbagai daerah tak memiliki modal cukup untuk membeli pupuk.

Imbasnya hasil panen petani kerap tak sesuai dengan yang diharapkan. Alih – alih sejahtera, mereka justru mendapatkan hasil panen yang minim meski sudah bekerja maksimal.

Mensiasati masalah itu, Kementerian Pertanian memberikan terobosan bagi petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah. Yaitu program kartu tani yang telah diluncurkan di pulau Jawa.

Kelak, seluruh petani di Kabupaten OKU harus menggunakan kartu tani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura OKU Joni Saihu SP.M.Si seusai penyerahan kartu tani secara simbolis oleh Pjs Bupati OKU M. Zaki Aslam kepada petani di kantor BPP Desa Raksa Jiwa, kecamatan Semidang Aji.

Ia menjelaskan hal tersebut dilakukan karena tidak seluruh petani mampu membeli pupuk. Apalagi pupuk yang dijual bebas di pasaran. Oleh karena itu, pemerintah memberikan subsidi pupuk, terutama pupuk urea, TSP, dan NPK.

Selain itu program tersebut juga untuk mengurangi kebocoran subsidi yang tidak tepat sasaran. Selama ini, subsidi pemerintah hanya dinikmati oleh petani yang mampu dan pengusaha perkebunan. Sementara petani yang tidak mampu tersingkir.

“Berbagai inovasi dilakukan pemerintah dengan menyusun RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). Jadi petani yang tidak masuk RDKK tidak berhak mendapatkan pupuk bersubsidi. RDKK ini dilakukan dengan menggunakan e-RDKK secara elektronik. Pada tahun ini, program terbarunya adalah kartu tani,” ucap Joni.

Joni mengungkapkan, di Kabupaten OKU, penerapan kartu tani memang baru tahun ini. Sejauh ini  sudah tercetak 14.235 kartu tani oleh Bank BNI Baturaja selaku penyalur dari target tahun ini sebanyak 18.804 kartu tani.

Per 1 Januari 2021, seluruh petani harus menggunakan kartu tani. Jika tidak menggunakan kartu tani, para petani tidak akan bisa membeli pupuk bersubsidi.

Target tahun ini, ada 18.804 kartu tani. Sementara yang sudah tercetak sebanyak 14.325 kartu. Dari jumlah itu, yang sudah terverifikasi sebanyak 5.084 kartu tani. ‚ÄúSelain itu alat EDC sudah tersedia 38 unit yang tersebar di pengecer pupuk di Kabupaten OKU,” ungkapnya.