Musim Hujan, Jagung Ditanam Lagi

Foto: Salah satu lahan kebun jagung milik petani di desa Lubuk Batang Lama yang baru ditanam. Foto: ist. (*)

OKU – Sebagian petani jagung di desa Lubuk Batang Lama, kecamatan Lubuk Batang telah menanam kembali jagung. Hal ini memberi harapan serta semangat baru bagi petani jagung di desa itu karena jagung merupakan salah satu tanaman andalan.

Sekretaris Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) desa Lubuk Batang Lama Faruq mengatakan, musim hujan merupakan berkah bagi petani jagung yang jauh dari sumber air. Tanaman jagung akan tumbuh subur saat musim hujan.

“Saat ini mereka ( para petani) sudah mulai menanam jagung lagi karena sudah mulai ada hujan. Sebagian lagi, bagi petani yang kebunnya di tepi sungai Ogan masih menunggu jagung tua untuk dipanen,” kata Faruq.

Diceritakan Faruq, di desa Lubuk Batang Lama, ada empat kelompok tani jagung yang aktif. Bahkan hampir setiap tahun mereka mendapat bantuan bibit dari Pemerintah Kabupaten OKU.

“Tahun lalu, kita sudah mengajukan bantuan bibit. Bibit tersebut sudah diterima awal tahun kemarin, namun baru untuk dua kelompok. Sedangkan dua kelompok lagi kemungkinan akan mendapat bantuan pada 2021 mendatang,” ucapnya.

Dijelaskannya, kelompok tani di desanya mendapat bantuan 900 kg bibit jagung. Bantuan bibit itu diperuntukkan dua kelompok tani di desa itu.

“Kita kemarin dapat 900 kg untuk 2 kelompok tani. Jadi satu kelompok mendapat 450 kg bibit. Sedangkan jumlah anggota setiap kelompok 30 orang. Artinya setiap anggota kelompok mendapatkan bantuan bibit sebanyak 15 kg/orang,” jelasnya.

Ia berharap di awal 2021 mendatang, dua kelompok yang belum mendapat bantuan di tahun ini bisa mendapatkan bantuan bibit. Bagi petani, bantuan bibit itu sangat membantu mensejahterakan keluarga petani. “Semoga saja di awal tahun depan, dapat bantuan bibit bagi 2 kelompok yang belum dapat. Jika melihat tahun ini, bantuan bibit itu akan disalurkan pada bulan Maret,” harapnya. (lee)