Pemilik Ubah Dimensi Kendaraan

Petugas Balai PKB OKU mengukur dimensi sebuah truk. Hasilnya dimensi kendaraan ini melebihi standar pabrik. Foto: mustofa/oku ekspres. (*)

OKU – Kepala Dishub OKU Firmansyah melalui Kasi Lalulintas Jauhari menyatakan, banyak pemilik truk atau fuso yang mengubah ukuran truk. Padahal, pabrik mobil sudah membuat kendaraan tersebut sesuai dengan standar keamanan.

Oleh karena itu, kendaraan yang melanggar tersebut harus ditertibkan. Ukuran kendaraan yang lebih harus dibuang alias dipotong agar sesuai dengan aturan.

Pengukuran angkutan barang ini dilakukan di terminal Tipe A Batukuning oleh Dishub OKU dengan Balai Penguji Kendaraan Bermotor (PKB) OKU. Petugas memberikan tanda berupa cat merah pada bagian kendaraan yang dinilai melebihi aturan.

Operasi kendaraan over dimensi ini merupakan operasi kedua di minggu ini. Rencananya, kata Jauhari, operasi ini akan digelar hingga akhir bulan ini. “Operasi dilakukan dua kali seminggu hingga 27 Oktober mendatang,” ujarnya.

Kendaraan yang dicat petugas, jelasnya, menandakan kendaraan tersebut telah mengubah ukuran standar pabrik. Sehingga bagian yang lebih tersebut harus dipotong oleh pemilik kendaraan. “Rata-rata bak kendaraan yang melebihi ukuran pabrik,” ungkapnya.

Kelebihan dimensi atau ukuran, kata Jauhari, rata-rata sampai 10 cm lebih. Kelebihan tersebut harus dibuang jika ingin bisa beroperasi di jalan raya. “Yang mengukur kendaraan adalah tim Balai Penguji Kendaraan Bermotor (PKB),” terangnya.

Kepala Balai PKB OKU David menambahkan, aturan kendaraan barang sangat ketat terkait over dimensi dan over load (ODOL).