Yalhi tak Berafiliasi pada Parpol

Potongan video yang telah diedit dimuat di akun Facebook Widjhi Tukul Jr. foto : ist. (*)

OKU – Kampanye yang diduga dilakukan secara ilegal, menyeruak di permukaan dengan memanfaatkan konten milik orang lain. Seperti konten podcast di https://www.youtube.com/watch?v=g2O9fr0D4-k dengan judul “❗KURYANA AZIS ❗ ngobras Kisah Pernah jadi “Tukang Ng-Antar Surat” | menakarcom, dimanfaatkan oknum yang mengaku relawan kolom kosong.

Oknum yang mengaku bernama Widjhi Tukul Jr memposting di akun facebook Kotak Kosong OKU, mengedit Video podcast menakar.com menjadi durasi 2.38 menit itu, menyerang pernyataan H Kuryana Azis terkait pembangunan insfratruktur. Tidak hanya, dalam video tersebut juga mengomentari pernyataan H Kuryana Azis terkait amdal.

Namun, tidak lama keluar video yang sudah diedit tersebut, Yalhi Indonesia mengeluarkan klarifikasi.

“Klarifikasi sehubungan adanya postingan oleh akun Widjhi Tukul Jr pada facebook KOTAK KOSONG OKU, yang mengedit video wawancara podcash menakar.com dg H.Kuryana Azis, yang menampilkan foto pengurus “YALHI” OKU RAYA bersama penasehat Sapriadi Samsudin, SH,MH and Partners (terlampir),” tulis pemilik akun yang bernama Syaiful Amin SH.

“Maka dengan ini saya sbg Ketua Yayasan Lingkungan Hidup (YALHI) OKU RAYA/Organisasi Lingkungan Hidup yg Berbadan Hukum dengan SK Menkumham No:AHU-0005875.AH.01.12 Tahun 2018 menyampaikan klarifikasi/tanggapan,” tulis Syaiful.

Pertama “YALHI” OKU RAYA adalah Organisasi Lingkungan Hidup yang berbadan hukum adalah murni sebagai organisasi yang bergerak di bidang Lingkungan Hidup sesuai AD “YALHI” OKU RAYA. Kedua “YALHI” OKU RAYA tidak berafiliasi kepada partai politik (parpol) dan/atau calon bupati di Kabupaten OKU/2020;

Tiga gugatan “YALHI” OKU RAYA di PTUN Palembang adalah murni (feur) sebagai kasus hukum lingkungan yang tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Pilkada OKU/2020 maupun calon bupati OKU/2020 atau oposisinya.

Empat pengurus, pembina dan pengawas “YALHI” OKU RAYA secara pribadi adalah warga negara yang mempunyai hak untuk memilih dalam Pilkada OKU/2020 sesuai aturan perundangan yang berlaku. (bet)