Aliansi OKU Raya Tolak Omnibus Law

Massa berorasi di halaman DPRD OKU untuk menentang UU Cipta Kerja. UU yang disahkan pada 5 Oktober tersebut dinilai memberatkan karyawan dan menguntungkan pengusaha. Foto: mustofa/oku ekspres. (*)

OKU – Aksi massa gabungan mahasiswa dan buruh yang tergabung dalam Aliansi OKU Raya, kemarin (8/10), melakukan aksi long march menolak UU Omnibus Law atau UU Cipta Kerja yang disahkan DPR RI pada 5 Oktober lalu.

Sebelum mengepung gedung DPRD OKU, mahasiswa yang terdiri GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), BEM seluruh Perguruan Tinggi di OKU Raya, KSPSI Minanga Ogan, SPMO (Serikat Pekerja Mitra Ogan) dan buruh di Kabupaten OKU, berkumpul di Gedung Olahraga (GOR) Baturaja.

Sejurus kemudian, aksi Aliansi OKU Raya bergerak menuju gedung DPRD OKU, yang telah mendapat pengawalan ketat dari anggota Polres OKU yang dikomandoi Kapolres OKU, AKBP Andi Ritonga. Selain itu, personil Kodim 0403 OKU dan anggota Sat Pol PP OKU melakukan pengamanan secara tertutup maupun pengamanan terbuka.

“Kami menuntut UU Omnibus Law dibatalkan,” teriak Mulya salah seorang mahasiswa peserta aksi saat menyampaikan orasinya.

Dikatakan Mulya, Omnibus Law UU cipta kerja ini telah dibahas berulang – ulang bahkan telah banyak yang menggelar aksi. Tapi mengapa para wakil rakyat tidak mendengarkan aksi mahasiswa dan buruh.

Hal senada disampaikan perwakilan pekerja Minangan Ogan, Romzoni. “Buruh paling dirugikan dengan pengesahan UU Omnibus Law ini sehingga para buruh menuntut UU tersebut dibatalkan dan di cabut oleh DPR,” teriak Romzoni.

Aksi Aliansi OKU Raya menyampaikan empat poin tuntutan. Yakni, mengecam dan mengutuk keras atas tindakan DPR RI yang telah mengesahkan RUU Cipta Kerja (Omnibus Law) menjadi UU Cipta Kerja yang tidak mendepankan kepentingan rakyat. Mendesak Presiden RI dan seluruh fraksi DPR RI untuk meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia serta mengevaluasi UU Cipta Kerja dalam tempo sesingkat – singkatnya.