Dua Titik Api di Dua Desa

Kapolsek Lengkiti AKP Bastari meninjau lokasi kebakaran lahan. Foto: dok Polsek Lengkiti. (*)

OKU – Titik api kembali terpantau satelit di Kecamatan Lengkiti pada 5 Oktober lalu sekitar pukul 12.30 WIB. Mengetahui kabar adanya titik api di Kecamatan Lengkiti, Kapolsek Lengkiti AKP Bastari mengecek lokasi titik api atau hotspot.

Dari pantauan satelit, kedua titik api tersebut berada di desa Karang Endah dan desa Lubuk Dalam.

Kapolres OKU AKBP Arif H Ritonga S.I.K., M.H melalui Kapolsek Lengkiti AKP Bastari mengatakan, dua titik api tersebut berasal dari pembakaran lahan oleh warga setempat. Rencananya, lahan yang dibakar tersebut untuk kebun jagung.

“Titik api di desa Lubuk Dalam merupakan perkebunan jagung. Petani membakar sisa pohon jagung yang sudah dipanen. Rencananya, lahan seluas 1 hektar tersebut akan ditanam ulang,” ujar Bastari.

Begitu juga lahan yang dibakar di desa Karang Endah. Lahan yang dibakar tersebut merupakan kebun jagung. “Petani bukan membakar secara liar. Namun sisa pohon jagung yang sudah dipanen ditumpuk kemudian dibakar. Kadang petani tidak sabar untuk membakar sisa panen tersebut. Membakar 3-4 tumpukan sekaligus membuat api terpantau satelit,” kata Bastari.

Bastari menambahkan, pihaknya sudah berulang kali mengimbau masyarakat secara lisan maupun tertulis. Namun mengubah kebiasaan membakar lahan untuk lahan pertanian memang tidak bisa dilakukan secara instan.

“Warga sudah terbiasa membakar lahan karena nenek moyang. Untuk menghentikan kebiasaan ini memang harus ada pendekatan secara perlahan. Saat ini cara warga membakar tidak lagi seperti dulu. Artinya imbauan yang diberikan ada pengaruhnya,” jelas Bastari.

Ia mengungkapkan, di kecamatan Lengkiti, belum ada kabut asap akibat pembakaran lahan pada tahun ini.

Terkait dua titik api di dua desa tersebut, Polsek Lengkiti telah memberikan surat pernyataan kepada pemilik lahan. “Bagi pelanggar diberikan surat pernyataan serta teguran,” pungkas Bastari. (lee)