Desak Batalkan UU Cipta Kerja

Gabungan berbagai organisasi masyarakat dan mahasiswa menggelar konsolidasi akbar di GOR Baturaja kemarin. Hasilnya, hari ini masa akan mendatangi DPRD OKU untuk mendesak pencabutan dan pembatalan UU Cipta Kerja yang dinilai merugikan masyarakat. Foto : Mustofa/Oku Ekspres. (*)

OKU – Pengesahan UU Cipta Kerja oleh DPR RI pada 5 Oktober kemarin menuai reaksi keras dari berbagai kalangan di berbagai daerah. Tidak hanya buruh, organisasi mahasiswa dan organisasi masyarakat juga memberikan reaksi serupa.

Tak terkecuali di Kabupaten OKU. Mahasiswa dan sejumlah organisasi di Kabupaten OKU sudah mempersiapkan diri untuk menggelar aksi sejak dua hari lalu. Kemarin (7/10), mahasiswa yang menyebut diri sebagai Aliansi OKU Bergerak menggelar konsolidasi akbar terkait aksi yang rencananya akan dilaksanakan pada hari ini, 8 Oktober.

“Kumpul pukul 08.00 WIB,” ujar Akhmad Mubasyir, kemarin salah satu koordinator aksi.

Berdasarkan pertemuan kemarin, terdapat beberapa kesepakatan untuk mencabut dan membatalkan UU Cipta Kerja yang disahkan beberapa hari lalu. Yakni, tidak ada bendera organisasi saat aksi selain Merah Putih. “Karena aksi ini mewakili aspirasi masyarakat,” kata Mubasyir yang juga menyebutkan aksi ini akan dipusatkan di gedung DPRD OKU.

Aksi ini merupakan aksi terbuka dan menyatakan Mosi Tidak Percaya dan Selama Menyuarakan Hak Masyarakat Agar tetap Menjaga Ketertiban.

Pagi kemarin, di media sosial diramaikan foto sebuah spanduk panjang di jembatan Ogan I. Spanduk tersebut bertuliskan Indonesia Darurat Keadilan. Namun, spanduk tersebut tidak lama terpasang. Sekitar pukul 09.00 WIB, spanduk berwarna putih yang ditulis dengan tulisan tangan itu dicopot. (stf)