Sosialisasi Boleh, Kampanye Dilarang

BATURAJA TIMUR – Kontestasi pemulihan kepala daerah (Pilkada) OKU 2020 hanya diikuti pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati yakni Drs H Kuryana Azis dan Drs Johan Anuar SH MM.

Pasangan Bekerja, Lanjutkan! ditantang kolom kosong. “Kolom kosong diatur dalam aturan Pilkada yang termaktub dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU),” ucap Komisioner Bawaslu OKU Koordinator Divisi Pengawasan, Hubal dan Humas, Yeyen Andrizal.

Diterangkan Yeyen, kolom kosong disajikan ke masyarakat dalam bentuk surat suara. Posisi kolom kosong sebelah kiri, sedangkan paslon Bekerja berada di sebelah kanan (surat suara tampak depan).

“Masyarakat dipersilahkan untuk memilih salah satu yang diamanahkan PKPU dan undang-undang itu,” terang mantan anggota Panwascam Baturaja Timur ini.

Diterangkan Yeyen, di Kabupaten OKU hanya ada satu paslon. Artinya yang berhak untuk kampanye dalam konstitusi hanya satu paslon. Sedangkan kolom kosong, kalau ada relawan yang mau mensosialisasikan kolom kosong adalah hak konstitusi masyarakat.

“Kolom kosong tidak berhak untuk memasang Alat Peraga Kampanye (APK), tidak berhak melakukan pertemuan yang diatur dalam PKPU dan tidak berhak berkampanye,” terang Yeyen.

Kendati demikian, lanjut Yeyen, dipersilahkan untuk mensosialisasikan. Pasalnya, kolom kosong merupakan pilihan dari masyarakat. “Karena, diakomodir melalui putusan MK,” tukas Yeyen.

Terpisah, Komisioner KPU OKU Divisi Hukum, Jaka Irhamka, mengatakan, kolom kosong juga ikut disosialisasikan karena itu bagian dari surat suara. Lantaran kolom kosong itu diatur di dalam PKPU.

“Partisipasi masyarakat dalam Pilkada harus tinggi. Perolehan paslon ditambah perolehan kolom kosong ditambah suara tidak sah. Itulah partisipasi pemilihan. Yang juga menjadi indikator tingkat partisipasi pemilih. Yang tidak datang ke TPS. Itulah yang tidak berpartisipasi,” tukas Jaka. (bet)