Keasyikan dengan Teman Curhat, Akhirnya Malah Diembat

Kehadiran orang ketiga dalam hubungan suami istri, 90 persen bikin rumah tangga bubrah. Seperti kehadiran Donjuan, di pernikahan Donwori vs Karin.

Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya

grafis: fajar krisna

Persoalan suami istri sebaiknya dibahas di kamar. Jangan sampai keluar rumah, apalagi didengar orang lain. Gak becik, pesan orang tua kita.

Tapi, Karin, 30, ini malah ember bocor. Ia justru curhat persoalannya dengan Donwori ke orang lain. Bukan saudara, teman baik atau psikolog. Ceritanya justru ke Donjuan, 35, pria yang punya hati pada Karin. Yo jelas bubrah kabeh tatanan pernikahan yang sudah dibangun bersama Donwori selama bertahun-tahun itu.

Awalnya, Karin ngaku sumpek tak ada teman yang bisa diajak ngomong jika berselisih dengan Donwori. Ndilalah, ujug-ujug sepur, kebetulan pula ada pria bernama Donjuan yang mau meluangkan waktu dan hatinya untuk mendengarkan curhatan Karin. Bahkan, Donjuan juga menyediakan bahu sebagai tempat bersandar jika Karin membutuhkannya.

Saking seringnya curhat, eh malah kebablasan. Intensitas yang semakin sering itu membuat Karin terhanyut dalam sebuah nostalgia bersama Donjuan yang dianggapnya lebih mengerti ketimbang Donwori.

Oh ya, Karin dan Donjuan itu dulunya pacaran. Lalu putus, dan jadi sahabatan. Tapi, yang namanya sahabatan, kalau sebelumnya sudah pernah ada rasa, ya pasti ada kelanjutannya.

Semasa pacaran, Karin menganggap Donjuan sebagai pria yang sangat tahu soal kepribadiannya. Lalu, setelah menikah, Karin pun membandingkannya. Dan nyatanya, Donwori tetap kalah telak. “Donjuan dianggap Karin tetap yang paling tahu bila dibandingkan saya, suaminya,” omel Donwori.

Karin seringkali terlihat menelepon Donjuan hingga mereka terbawa suasana. Sebagai suami, Donwori merasa dinomorduakan. Bahkan dianggap tidak ada.

“Saya curiga selama ini kok sering telepon-teleponan. Saat saya Tanya, alasannya urusan kerjaan. Kalau nggak gitu, bilangnya dari teman curhatnya,” kata Donwori yang penasaran.

Karena penasaran, Donwori mulai menanyakan siapa lawan bicara dibalik telepon istrinya itu. Dengan ketusnya, Karin hanya menjawab, bukan siapa-siapa. “Hanya sekadar teman kantor. Padahal yang ia telepon Donjuan,” lanjut Donwori, makin jengkel.