Warga Lebih Memilih Push Up

Tiga pelanggar protokol kesehatan disanksi push up. Ketiganya kedapatan tidak mengenakan masker saat di luar rumah. Foto: mustofa/oku ekspres. (*)

OKU – Pelanggar protokol kesehatan (protokes) masih banyak dijumpai di jalan raya. Baik pengendara sepeda motor maupun mobil. Mereka abai dengan penggunaan masker. Padahal Pemerintah Kabupaten OKU telah menerbitkan Perbup no 52/2020.

Dalam operasi yustisi, kemarin (23/9) pagi, yang digelar di depan RSUD Ibnu Sutowo. Banyak pelanggar yang terjaring operasi. Padahal para pengendara ini memiliki masker. Namun tidak dipakai. “Ada masker pak. Ini pak,” ujar seorang pengendara motor yang baru mengeluarkan masker hijau dari saku celananya.

Meski memiliki masker, namun tak urung pemotor tersebut tetap dikenakan sanksi. Sebab, dinilai melanggar protokol kesehatan. Seharusnya, masker digunakan saat mulai keluar rumah.

Pelanggar, didominasi kaum adam. Meski ada juga beberapa kaum hawa. Sanksi yang diterapkan bervariasi. Mulai dari melafalkan Pancasila, permohonan maaf ke masyarakat melalui pengeras suara, pemungutan sampah, serta push up.

Namun, petugas juga masih membagikan masker kepada pengendara yang tidak membawa masker. Petugas juga meminta maaf kepada pelanggar karena sanksi yang diterapkan sesuai Peraturan Bupati yang telah disosialisasikan sejak awal bulan ini.

Untuk diketahui, data kasus yang dirilis Dinas Kesehatan Sumsel per 22 September 2020, pasien positif covid 19 di Kabupaten OKU menyentuh angka 94 kasus dengan 8 pasien yang wafat. (stf)