Bantu Desa Selesaikan Sengketa Batas Wilayah

Camat Lawang Kidul Andrille beserta jajaran tengah melakukan kunjungan batas wilayah yang sengketa. Foto: ist/enimekspres. (*)

MUARA ENIM – Menindak lanjuti perselisihan tampal batas wilayah Desa Lingga Kecamatan Lawang Kidul dengan Desa Suban Jeriji, kecamatan Rambang Niru, Camat Lawang Kidul Adrille Martin SE didampingi Kepala Desa Lingga, BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Kasi Trantib Kecamatan, laksanakan giat kunjungan kerja (Kunker) di perbatasan Desa Suban Jeriji,  Kecamatan Rambang Niru, kemarin (17/9/2020).

Andrille Martin SE mengatakan, kunjungan dilakukan untuk memastikan batas wilayah yang sedang disengketakan, sekaligus koordinasi dengan PT Pertamina di Kampung Minyak Kecamatan Rambang Niru.

Andri menjelaskan, dari hasil kunker tampal batas wilayah tersebut untuk saat ini kedua belah pihak masi tetap dalam pendirian mereka masing masing saling mengklaim terhadap tampal batas wilaya Desanya masing-masing antara Desa Lingga dan Desa Suban Jeriji.

“Ya karena mereka ini sama-sama punya peta batas wilayah desa, jadi untuk saat ini mereka tetap bersikukuh saling klaim batas wilayah desa nya masing-masing ,” Kata Andri.

Menanggapi itu, lanjut Andrille, pihaknya juga berkoordinasi dengan Camat Rambang Niru dalam mencari solusi soal batas wilayah ini. Sehingga kedepan semua pihak dapat menemukan jalan terbaik sehingga tidak menimbulakan masalah baru lagi.

“Pada dasarnya kita pemerintah Kecamatan Lawang Kidul dan kecamatan Rambang Niru selalu siap untuk memfasilitasi kedua belah pihak yang bersengketa tampal batas wilayah desa tersebut, yang jelas, kita selalu memberikan yang terbaik kepada kedua belah pihak untuk di selesai secara dasar wilayah yang berlaku,” Jelasnya.

Sementara itu Kades Lingga Hisri mengatakan, pihaknya Pemdes Lingga akan melakukan Musyawarah Desa (Musdes) terlebih dahulu untuk memutuskan perihal permasalahan tersebut karena pihaknya selalu berpedoman kepada Peta yang ada. “Yang jelas, perihal tampal batas wilayah ini, kita akan Musdes terlebih dahulu untuk memutuskan batas batas wilayah kita, yang selalu berpedoman kepada peta yang ada dan yang berlaku,” pungkasnya. (git)