Pelanggar Masih Disanksi Sosial

Masyarakat yang tidak menggunakan masker ditindak oleh aparat di sekitar taman kota Baturaja. Foto: dok Polres OKU. (*)

OKU – Polres OKU resmi memulai Operasi Yustisi. Operasi yang khusus untuk memaksa warga melaksanakan protokol kesehatan ini berdasarkan Perbup no 52/2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19.

Kapolres OKU AKBP Arif H Ritonga SIK menjelaskan, penegakan hukum Operasi Yustisi digelar di tiga tempat. “Yaitu taman kota Baturaja, pertigaan Ramayana, serta di wilayah hukum polsek,” jelas Arif.

Ia mengakui, penegakan hukum yang diambil saat ini masih tindakan ringan. “Bagi warga yang tidak menggunakan masker akan disanksi push up, bernyanyi lagu Indonesia Raya, pengucapan Pancasila, memungut sampah, sampai membersihkan toilet,” katanya.

Jika warga masih mengabaikan protokol kesehatan, tegas Arif, maka pihaknya akan mengambil tindakan tegas dengan sanksi denda. “Sanksi denda sebesar Rp100 ribu/orang dan Rp1 juta untuk dunia usaha. Bahkan izin usaha bisa dicabut,” lanjut Arif.

Meskipun demikian, Arif berharap masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan yang masih terus gencar disosialisasikan. Bila warga patuh, maka petugas tidak perlu menerapkan sanksi.

“Sanksi denda ini merupakan langkah terakhir dan bukan merupakan tujuan utama. Tujuan utama sanksi ini adalah mendisiplinkan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi ini,” pungkasnya.