Warga Hibahkan Lahan Bukit Katung

Salah satu pemandangan yang dilihat dari puncak Bukit Katung desa Pusar. Perangkat desa, BPD Pusar serta masyarakat mendukung dijadikannya bukit katung sebagai wisata alam di tengah kota. Foto: Mustofa/Oku Ekspres. (*)

OKU – Pemandangan alam kota Baturaja dari puncak bukit Katung, desa Pusar sangat indah. Apalagi saat matahari pagi muncul dari ufuk timur atau matahari tenggelam. Sebab dari puncak bukit Katung, bentang alam kota Baturaja terlihat sangat jelas.

Keindahan ini ditambah keunikan dan misteri Kubangan Naga membuat karang taruna, BPD Pusar, perangkat desa Pusar, serta warga mendukung penuh pembangunan wisata alam petualangan di atas ketinggian 750 Mdpl (meter di atas permukaan laut) ini.

Bahkan, pemilik lahan Tanzili merelakan kebun miliknya dijadikan objek wisata alam. Alasannya sangat sederhana. Dirinya menginginkan kawasan bukit Katung dan desa Pusar dikunjung wisatawan.

“Kami sangat setuju. Di bukit ini ada enam KK pemiliknya. Dan kami rela untuk dijadikan wisata. Dihibahkan bukan jual beli,” ujar pria 61 tahun ini, Minggu (14/9) saat dibincangi di Bukit Katung.

Bentuk dukungan mereka, selain menghibahkan lahan, mereka sangat loyal. Beberapa pekan belakangan, mereka membuat jalur untuk pendakian.

“Mudah-mudahan ramai. Kalau kunjungan ramai, kami mau dagang di sini. Muda-mudahan tidak hanya dikenal di kabupaten, tapi juga nasional,” imbuhnya sembari tertawa.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan Aufa Syahrizal sangat bangga. Karena masyarakat tanpa diminta, tanpa disuruh, membuat jalan ke bukit katung.