Massa-Perusahaan Belum Hasilkan Kesepakatan

Massa yang berunjuk rasa mengelilingi HRD PTP Minanga Ogan. Foto: Herli Yansah/oku ekspres (*)

OKU – Aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan ibu rumah tangga yang juga istri karyawan PTP Minanga Ogan hingga kemarin masih terus berlangsung.

Bahkan pada 9 September lalu, ratusan istri karyawan tersebut tidur di kantor region PTP Minanga Ogan. Tuntutan mereka sama dengan tuntutan sebelumnya, yaitu pembayaran gaji selama 3 bulan plus THR 50%.

Setelah menggelar aksi di kantor perusahaan, istri karyawan melanjutkan aksi ke perumahan staf PTP Minanga Ogan. Dengan berjalan kaki, massa menuju perumahan staf untuk bertemu dengan pemilik perusahaan, Zul, dan Misran yang merupakan HRD PTP Minanga Ogan.

Namun, petinggi perusahaan yang hendak ditemui sedang tidak ada di perumahan. “Pak Misran tidak ada di kediamannya. Jadi kita putuskan menunggu di kantor region,” ucap salah satu peserta aksi.

Setelah bertemu Misran yang merupakan HRD Minanga Ogan, peserta aksi meluapkan kekesalan. Mereka menuntut perusahaan untuk segera membayar gaji suami mereka. “Kami tidak butuh janji. Bayarkan saja gaji suami kami,” ucap mereka.

Salah satu istri karyawan meminta perusahaan untuk membayar gaji karyawan satu bulan jika belum bisa melunasi pembayaran gaji selama 3 bulan. “Bayar dulu yang bulan Juni dan THR 50% itu supaya suami kami bisa kembali bekerja. Kalau seperti ini terus bagaimana bekerja jika tidak punya uang untuk beli kebutuhan sehari-hari,” ucapnya sembari menggendong anaknya yang masih balita.

Masih katanya, mereka memutuskan untuk tidur di kantor perusahaan bukan karena terpaksa, tapi karena belum ada keputusan yang membuat mereka tenang. “Kami putuskan tidur di sini sebelum ada keputusan pembayaran gaji suami kami,” lanjutnya.

Bahkan sejak istri karyawan memutuskan tidur di kantor PTP Minanga Ogan hingga kemarin (10/9) siang, banyak pengunjuk rasa yang belum makan. “Kami belum makan dari semalam. Kami belum tenang kalau belum ada keputusan,” tegasnya.