Raih Anugerah Aksara Pratama Tingkat Nasional

Bupati OKU H Kuryana Aziz berhasil meraih Anugerah Aksara Pratama tahun 2020 dari Kemendikbud RI. Foto: ist. (*)

OKU – Bupati OKU H Kuryana Aziz berhasil meraih Anugerah Aksara Pratama tahun 2020 dari Kemendikbud Republik Indonesia RI. Pemerintah Kabupaten OKU dinilai sukses melaksanakan program Penuntasan Buta Aksara (PBA) secara berkelanjutan.

Anugerah Aksara Madya tahun 2020 dari Kemendikbud RI ini diterima secara virtual oleh Bupati OKU dalam web seminar Hari Aksara Internasional (HAI) ke-55 tingkat Nasional Tahun 2020, kemarin (8/9).

“Ini (pemberantasan buta aksara) sudah menjadi kewajiban kita semua untuk memberantas buta aksara dari tahun ke tahun. Alhamdulillah Kabupaten OKU telah menganggarkan dana untuk memberantas buta aksara. Sekarang tingkat buta aksara di Kabupaten OKU sudah turun drastis, tinggal 0,7% lagi,” jelas Kuryana.

Dengan prestasi ini, Kuryana menargetkan akan meningkatkan lagi persentase pemberantasan buta aksara di Kabupaten OKU bisa teratasi. “Kalau semua pihak berpartisipasi, buta aksara di Kabupaten OKU bisa teratasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disdik OKU H. Teddy Meilwansyah S.STP MM didampingi Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Ahmad Azhar S.STP mengungkapkan, prestasi ini menjadi kebanggaan. Apalagi OKU merupakan satu – satunya kabupaten di Indonesia yang meraih prestasi ini.

“Kabupaten OKU dapat yang pratama karena baru pertama kali mengikuti lomba ini,” ungkapnya.

Teddy menegaskan, prestasi ini membuktikan angka buta aksara bisa diturunkan. “Alhamdulillah kita dianggap mampu menekan buta aksara di Kabupaten OKU. Setiap tahun, buta aksara ini selalu ada perubahan. Persentase penurunan angka buta aksara berdasarkan data BPS OKU sangat signifikan yaitu 1,63% pada 2018 menjadi 0,70% pada 2019 atau terjadi penurunan sebesar 0,93%,” ungkapnya.

Teddy berharap, Kabupaten OKU bebas dari buta aksara. “Insya Allah, Kabupaten OKU akan bebas dari buta aksara,” ungkapnya. Dua tahun mendatang, Kabupaten OKU berencana mengikuti jenjang madya. Alasannya Kabupaten OKU sudah tidak bisa ikut lagi jenjang pratama. (jr8)