300 Istri Tuntut Perusahaan Bayar Gaji Suami

Ratusan istri karyawan PTP Minanga Ogan menggelar unjuk rasa di kantor region perusahaan. Foto: ist (*)

OKU – Jika sebelumnya, ribuan karyawan PTP Minanga Ogan mendatangi kantor DPRD OKU untuk menyamaikan aspirasi gaji mereka yang sudah 3 bulan tak dibayarkan perusahaan, kali ini giliran istri karyawan perusahaan yang mendatangi kantor region PTP Minanga Ogan.

Unjuk rasa yang dilakukan para istri karyawan tersebut menuntut hal yang sama kepada perusahaan. Yakni masalah gaji suami mereka yang tak kunjung dibayar hingga Agustus kemarin. Aksi kaum ibu ini tak hanya digelar di luar ruang, namun digelar hingga ke ruangan kantor perusahaan.

Salah satu pengunjuk rasa mengaku tak tahu lagi nasib mereka jika perusahaan tak membayar gaji suaminya. “Kami tak punya lagi beras, untuk berhutang pun warung sudah tidak percaya lagi. Mau makan apa kami ini?” ucap salah satu wanita.

Pengunjuk rasa yang didominasi kaum ibu rumah tangga tersebut menyebutkan mereka lelah untuk bersabar menunggu kepastian pembayaran gaji suami mereka. “Padahal suami sudah bekerja. Namun gaji suami tidak dibayar, selalu diberi janji dan selalu juga diingkari,” keluhnya.

Kapolsek Lubuk Batang Iptu Harianto mengatakan, tujuan aksi ratusan istri karyawan PTP Minanga Ogan tersebut adalah menuntu pembayaran gaji suami. ” Tuntutan mereka sama seperti aksi yang dilakukan di kantor DPRD OKU kemarin. Yakni masalah pembayaran gaji. Namun untuk kali ini yang melakukan aksi adalah para istri karyawan,” ujar Harianto.

Ia mengakui, jumlah peserta demo ini sekitar 300 orang. Jumlah ini tak sebanyak peserta demo di gedung DPRD OKU kemarin.

Gaji ribuan karyawan PTP Minanga Ogan yang belum dibayar adalah gaji untuk bulan Juni, Juli, dan Agustus, serta 50% THR.

Saat ini upaya yang dilakukan PTP Minanga Ogan untuk bisa membayar gaji karyawannya adalah mencari tempat berutang. Hingga 8 September kemarin, diduga kuat upaya perusahaan belum membuahkan hasil.

Sementara itu Humas PTP Minanga Ogan Diki belum memberikan pernyataan apapun mengenai demonstrasi yang dilakukan oleh istri karyawan perusahaan. (lee)