Satu Rumah Nyaris Dibobol Maling

Misparida menunjukkan atap kamar mandi yang dijebol pencuri sebagai jalan masuk ke rumahnya. Foto: herli yansah/oku ekspres. (*)

OKU – Tindak kriminalitas di kecamatan Lubuk Batang belakangan ini sering terjadi. Seperti pencurian di SMA 11 OKU, pencurian kabel sutet di desa Belatung, pencurian rumah di desa Merbau, pencurian mobil di desa Banuayu, pencurian di rumah warga desa Kartamulya, kasus pencurian kambing di desa Kurup, pembegalan di jalan lingkar cor beton desa Kurup, dan yang terbaru adalah pencurian dua ekor sapi di desa Tanjung Dalam.

Kemarin (3/9), kembali satu rumah milik Misparida di dusun II desa Lubuk Batang Baru   nyaris dibobol pencuri. Beruntung meski pencuri berhasil masuk, namun pelaku tak mendapatkan apa – apa karena hanya berhasil memasuki kamar mandi.

Dituturkan Misparida, percobaan pencurian tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB ketika ia tengah tertidur lelap. Tiba- tiba, ia terbangun karena mendengar suara gayung di kamar mandinya terjatuh.

“Namun saya tidak berani ke kamar mandi. Pada pagi harinya, ketika saya ke kamar mandi, saya melihat dua baris genteng di kamar mandi sudah terbuka dan kayu reng sudah dipotong,” tutur Misparida.

Ia pun sangat yakin, rumahnya menjadi target pencurian. Ia kemudian melapor ke tetangga dan Kadus II. Para tetangga pun memeriksa belakang kamar mandi. Di belakang kamar mandi, warga melihat bekas tanaman yang rusak karena terinjak pelaku.

Misparida mengakui, rumahnya sering menjadi sasaran. Apalagi, ia yang hanya tinggal seorang diri dan memiliki warung. “Dulu pernah pintu jendela dicongkel menggunakan obeng, serta lampu teras rumah saya selalu hilang,” ujarnya.

Hal tersebut dibenarkan Kadus II Wawan. “Diduga kuat pelaku masuk melalui atap kamar mandi karena berhasil memotong reng untuk masuk,” ucap Wawan.

Wawan juga mengatakan, meski berhasil masuk rumah, namun tidak ada barang milik Misparida yang hilang. “Pelaku hanya berhasil masuk kamar mandi, tapi tidak bisa masuk ruangan lain,” kata Wawan kemudian.

Wawan mengakui, aksi pencurian di desanya kerap terjadi dan meresahkan masyarakat. “Belakangan ini, sering terjadi aksi pencurian. Makanya kita selalu himbau masyarakat untuk selalu waspada. Kalau bisa semua kunci rumah diperkokoh agar pelaku pencurian tidak bisa beraksi,” tutupnya. (lee)