Sepakati Perubahan APBD TA 2020

Bupati OKU Drs H Kuryana Azis menandatangani berita acara persetujuan bersama. Foto : IST. (*)

OKU – Sesuai keputusan Menteri Dalam Negeri RI no 13/2006 pasal 8 ayat 1, Ketua DPRD OKU Ir H Marjito Bachri dan Bupati OKU Drs H Kuryana Azis menandatangani berita acara persetujuan bersama melalui Rapat paripurna DPRD OKU masa persidangan ke 3 tahun sidang 2020 dalam rangka pembahasan Raperda Kabupaten OKU tentang perubahan APBD Kabupaten OKU tahun anggaran 2020, Jumat (28/8), di ruang Paripurna DPRD OKU.

Ketua DPRD OKU, Ir H Marjito Bachri, yang memimpin paripurna, menyampaikan, sejak 19 – 28 Agustus 2020 telah berlangsung pembahasan nota keuangan dan rancangan perubahan APBD tahun anggaran 2020, baik dalam rapat paripurna maupun rapat – rapat alat kelengkapan dewan lainnya.

“Dalam menyatukan visi untuk mencapai kata mufakat, sehingga pembahasan perubahan APBD TA 2020 benar – benar didasari keinginan untuk memenuhi harapan masyarakat,” ucap politisi Partai Gerindra OKU ini.

Juru bicara Badan Anggaran DPRD OKU, Adip Kailani dalam laporannya, menyampaikan, jumlah belanja daerah Kabupaten OKU TA 2020 sebesar Rp 1.670.773.080.538, sedangkan jumlah pendapatan sebesar Rp 1.530.103.209.017. “Sehingga terjadi defisit sebesar Rp 140.669.871.521,” ungkap Adip.

Defisit, lanjut Adip, ditutup dengan pembiayaan netto yang merupakan selisih antara penerimaan pembiayaan berupa sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya (Silpa) sebesar Rp 145.300.371.521 dan pinjaman daerah sebesar Rp 0. Dikurangi pengeluaran pembiayaan yang meliputi penyertaanmodal (Investasi) daerah sebesar Rp 4.630.500.000.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah  membantu kelancaran pembahasan perubahan APBD OKU TA 2020, mohon maaf atas segala kekurangan,” pungkas Adip.

Bupati OKU, Drs H Kuryana Azis dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada anggota DPRD OKU yang telah membahas nota keuangan dan perubahan APBD Kabupaten OKU TA 2020.

“Dalam setiap pembahasan tentunya ditemui perbedaan pandangan terhadap materi yang dibahas. Akhirnya diperoleh kesepakatan bersama yang terbaik untuk kepentingan daerah,” ucap Kuryana.

Dilanjutkan Kuryana,dengan pertimbangan keterbatasan anggaran, Pemkab OKU menyadari  masih banyak himbauan dan saran anggota DPRD OKU belum tertampung dalam perubahan APBD OKU TA 2020.

“Himbauan dan saran anggota DPRD OKU akan menjadi agenda pertimbangan pada tahun anggaran yang akan datang. Namun, tentunya tetap memperhatikan keuangan daerah,” tukas Kuryana. (adv)