Buka Ladang, Lahan Dibakar

Kapolsek Lengkiti, Camat Lengkiti, Babinsa, serta relawan karhutla mendatangi lokasi pembakaran lahan di perbatasan desa Simpang Empat dan desa Tihang. Foto: dok Polsek Lengkiti. (*)

OKU – Kapolsek Lengkiti AKP Bastari bersama Camat Lengkiti Yoyin Arifianto, Babinsa serta relawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendatangi lokasi karhutla. Karhutla ini diketahui setelah titik api tersebut terpantau satelit.

Karhutla tersebut terjadi di perbatasan desa Tihang dengan desa Simpang Empat, kecamatan Lengkiti.

Kapolres OKU AKBP Arif H Riitonga SIK.MH melalui Kasubbag Humas Polres OKU AKP Mardi Nursal menjelaskan, pencarian titik api di kecamatan Lengkiti sudah di lakukan sehari sebelumnya, yaitu pada 31 Agustus lalu oleh peronil Polsek Lengkiti.

Namun karena hari sudah mulai gelap, maka pencarian karhutla tersebut ditunda. “Keesokan harinya (1/9), pencarian titik api dilanjutkan dengan melibatkan lebih banyak personil. Baik dari Polsek, pemerintah kecamatan, Babinsa, serta para relawan karhutla,” ucap Mardi.

Dikatakannya, setelah titik api ditemukan, baru diketahui karhutla berasal dari pembakaran ladang milik warga desa Mekar Sari, kecamatan Sosoh Buay Rayap. “Ternyata api yang terpantau satelit berasal dari pembakaran lahan oleh warga yang akan membuka ladang,” kata Mardi kemudian.

Dilanjutkannya, pembakaran lahan pertanian yang dilakukan warga tersebut memang tidak luas karena memakai sistem sekat. “Warga  membakar lahan setelah lahan disekat. Tujuannya agar api tidak menjalar ke lahan lain. Namun hal ini tetap menyalahi karena sudah ada larangan membakar hutan dan lahan,” lanjutnya.

Saat ini, sambung Mardi, Poslek Lengkiti tengah menyelidiki pemilik lahan yang dibakar tersebut. “Sedangkan yang membuka lahan dengan cara membakar adalah warga desa Mekar Sari,” pungkas Mardi. (lee)