KA Angkut 60 Penumpang

Setelah sempat non aktif beberapa bulan, KA Kuala Stabas jurusan Baturaja – Tanjungkarang kemarin beroperasi kembali. Pada perjalanan perdana di masa new normal ini, KA bertiket merakyat ini mengangkut 60 penumpang dari Baturaja. Foto: mustofa/oku ekspres. (*)

OKU – Hari pertama beroperasi, kereta penumpang Kuala Stabas mengangkut 60 orang penumpangdari Stasiun KA Baturaja. Jumlah tersebut terbagi dalam dua keberangkatan ke Stasiun KA Tanjungkarang. Yaitu pagi dan siang hari.

“32 penumpang berangkat pagi dan 28 penumpang yang berangkat siang,” ujar Kepala Stasiun Baturaja, Syaiful Bahri, kemarin (1/9). Para penumpang tersebut wajib mengikuti protokol kesehatan (prokes).

Mulai dari cuci tangan, penggunaan hand sanitizer hingga pemeriksaan suhu tubuh. “Sama seperti aturan sebelumnya,” jelas Syaiful.

Kepala Sub Urusan Perjalanan KA dan Pelayanan (Kasubur) Stasiun KA Baturaja Rizwanto menambahkan, upaya sterilisasi gerbong KA dilakukan secara rutin.

“Bahkan pada malam sebelum KA berangkat, gerbong dicuci luar dalam. Kemudian satu jam sebelum berangkat, gerbong disterilkan dengan disinfektan,” ujar Rizwanto dibincangi sebelum pemberangkatan KA Kuala Stabas kemarin pagi.

Syarat yang ditetapkan oleh manajemen PT KAI dipatuhi oleh calon penumpang. Seperti menggunakan baju lengan panjang, masker, dan cuci tangan. Rata-rata penumpang menggunakan baju kemeja lengan panjang atau menggunakan jaket.

“Termasuk petugas di kereta juga menggunakan lengan panjang, masker, dan face shield. Penggunaan baju lengan panjang bertujuan untuk menghindari gesekan antar kulit tangan antar penumpang atau dengan petugas,” sebutnya.

Di dalam gerbong, meskipun kursi penumpang tidak diberi tanda khusus, namun secara sistem, petugas sudah menerapkan jaga jarak untuk penumpang.

“Kursi yang seharusnya bisa ditempati dua orang, hanya satu kursi yang ditempati. Tanda larangan duduk di kursi memang dilepas, namun pengaturan penumpang dilakukan saat pembelian tiket,” tandas Rizwanto. (stf)