Sembilan Mobil Jadi Jaminan

Sembilan unit mobil milik PTP Minanga Ogan yang menjadi jaminan dititipkan di halaman Mapolres OKU. Foto: dok SPTP (*)

OKU – Setelah beberapa kali melakukan unjuk rasa, ratusan karyawan PTP Minanga Ogan menggelar hal serupa di depan kantor perkebunan kelapa sawit tersebut. Tuntutan para karyawan pada unjuk rasa kemarin masih sama, yaitu menuntut pembayaran gaji.

Pada 26 Agustus lalu, ratusan karyawan kembali menuntut hak mereka terkait pembayaran upah bulan Juni dan Juli serta Tunjangan Hari Raya (THR) yang juga belum dibayar perusahaan. Padahal pada aksi unjuk rasa sebelumnya, Presiden Direktur PTP Minanga Ogan berjanji membayar gaji karyawan pada 25 Agustus.

Ketua Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan (SPTP) Erlan Noperi mengatakan, aksi pada 26 Agustus, ratusan karyawan sudah tidak tahan dengan janji perusahaan yang selalu diingkari. “Oleh karena itu, pada aksi kali ini, karyawan meminta jaminan perusahaan untuk pembayaran gaji,” jelas Erlan.

Dikatakannya, perusahaan berjanji akan memberikan pinjaman kepada karyawan sebesar Rp1 juta/karyawan. Rencananya, uang tersebut akan dibayar pada hari ini.

“Namun karyawan tidak bisa percaya begitu saja. Makanya kita meminta jaminan. Sebagai jaminan, kita minta sembilan unit mobil operasional perusahaan (8 mobil  double kabin serta 1 unit Pajero) sebagai jaminan,” kata Erlan lagi.

Dijelaskan Erlan, mobil perusahaan tersebut sebagai jaminan pinjaman Rp1 juta/karyawan, bukan jaminan pembayaran gaji penuh. “Jadi nilai pinjaman yang harus dikeluarkan perusahaan sebesar Rp1,8 milyar. Jika perusahaan ingkar lagi, kemungkinan mobil ini bisa dijual untuk membayar pinjaman tersebut,” jelasnya.