Ini Sanksi Pelanggar Protokes Di OKU

Baturaja Timur – Pelanggar Protokol Kesehatan (Protokes) di OKU siap-siap disanksi. Besaran sanksi denda tersebut dibagi dua kategori.

Yakni, perorangan Rp 100 ribu dan pelaku usaha Rp 1 juta. Bahkan bagi pelaku usaha dikenakan pencabutan izin usaha.

Denda sanksi tersebut diatur dalam Peraturan Bupati no 52 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 yang ditandatangani Bupati OKU H Kuryana Azis 19 Agustus 2020.

Perbup tersebut tindaklanjut Inpres No 6 tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian covid 19.

Sekretaris Satgas Covid 19 OKU, Amzar Kristopa dibincangi mengatakan, saat ini satgas sedang menyiapkan tim untuk menerapkan Perbup di lapangan.

“Saat ini baru penyebaran perbup ke camata, lurah dan pihak terkait lainnya, ” ungkapnya. (Tof)

Berikut sanksi yang termuat dalam pasal 7 Perbup No 52 tahun 2020.

(1) Bagi perorangan, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum yang melanggar kewajiban yang dimaksud dalam pasal 4 dikenakan sanksi.

(2) Sanksi penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 dimaksud pada ayat 2 berupa:

A ) bagi perorangan

  1. teguran lisan atau teguran tertulis;
  2. kerja sosial, berupa menyapu jalan, memungut sampah, membersihkan toilet / WC umum; dan membersihkan saluran udara atau
  3. denda administratif paling banyak Rp. 100.000, – (seratus ribu rupiah);

B ). bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab tempat, dan fasilitas umum:

  1. teguran lisan atau teguran tertulis;
  2. denda administratif paling banyak Rp. 1.000.000, – (satu juta rupiah);
  3. penghentian sementara operasional usaha; dan
  4. pencabutan izin usaha.