47 Positif Corona, Siswa Tetap PJJ

Sekda OKU H Achmad Tarmizi bersama Sekretaris Disdik OKU Alfarizi SE Ak dan instansi lain kembali rapat terkait status Kabupaten OKU yang menjadi zona orange setelah sebelumnya zona kuning. Perubahan warna ini akibat peningkatan jumlah warga OKU yang positif Covid 19. Foto: Ist (*)

OKU – Pemerintah Kabupaten OKU resmi membatalkan rencana belajar tatap muka jenjang PAUD/TK hingga SMP. Sebelumnya, pemerintah berencana akan mengizinkan sekolah di delapan kecamatan untuk belajar tatap muka per September mendatang.

Namun, rencana itu batal karena jumlah warga Kabupaten OKU yang positif Covid 19 meningkat, maka rencana tersebut dibatalkan. Berdasarkan data Dinkes Sumatera Selatan, per 23 Agustus, jumlah warga Bumi Sebimbing Sekundang yang positif Covid 19 sebanyak 47 orang. Namun, kabar beredar jumlah pasien positif di Kabupaten OKU sebanyak 49 kasus.

Pembatalan rencana belajar tatap muka tersebut merupakan hasil pertemuan antara Sekda OKU H Achmad Tarmizi, Disdik OKU, Gugus Tugas Covid-19 OKU, BNPD OKU, Dinkes, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) OKU, camat, MKKS, K3S, IGTKI PGRI OKU, Himpaudi, dan Kankemenag OKU.

“Sesuai kondisi saat ini, IDAI OKU tidak merekomendasikan pembelajaran tatap muka, begitu juga dengan Dinkes OKU. Kabupaten OKU sekarang sudah menjadi zona orange. Kondisi ini sangat rentan jika siswa belajar tatap muka di sekolah,” pungkas Kepala Disdik OKU H Teddy Meilwansyah S.STP MM yang diwakili Sekretaris Disdik OKU Alfarizi SE Ak.

Apalagi mengacu pada keputusan empat menteri (Mendikbud, Menag, Menkes dan Mendagri), zona orange dan merah tidak diperkenankan belajar tatap muka. Alfarizi mengungkapkan, meskipun hasil survei Disdik OKU mengenai kesiapan sekolah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka, 65% sekolah siap melaksanakan tatap muka, namun pemerintah memutuskan untuk menunda pembelajaran tatap muka di seluruh Kabupaten OKU.

Sementara itu, satu anggota Polres OKU yang berisnial RN terkonfirmasi positif Corona (Covid -19). Personil berpangkat Bripka tersebut dinas di Bagian Sumberdaya Manusia (Sumda).

Saat ini, Bripka RN tengah menjalani perawatan di RS Bhayangkara Palembang. Sebelumnya, ia menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Baturaja.

Kapolres OKU AKBP Arif H Ritonga SIK.MH melalui Kasubbag Humas Polres OKU AKP. Mardi Nursal mengajak masyarakat untuk mendoakan Bripka RN lekas sehat.

Mardi menjelaskan, RN diduga terpapar corona berawal ketika Bripka RN membesuk orang tuanya di Palembang. “Saat membesuk, ia tak sendiri, tetapi bersama saudaranya yang tinggal di Jakarta,” lanjut Mardi.

Meski salah satu anggota Polres OKU terkonfirmasi positif corona, lanjut Mardi, pihaknya telah mengambil langkah cepat untuk menanggulangi masalah ini di Mapolres OKU.

“Personil Polres OKU telah melakukan cek kesehatan. Sedangkan rekan satu ruangan Brpka RN diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah,” lanjutnya.

Selanjutnya, Polres OKU juga melakukan pencegahan dengan menyemprotkan cairan disinfektan ke seluruh ruangan di Mapolres OKU guna untuk sterilisasi ruangan dari virus Corona.