Lima Kecamatan Tetap PJJ

Setda OKU H Achmad Tarmizi bersama Sekretaris Disdik OKU Alfarizi SE Ak dan instansi lain menggelar rapat untuk memutuskan pembelajaran jarak jauh (PJJ) tetap dilakukan atau sudah boleh menggelar tatap muka di sekolah. Foto: ist. (*)

OKU – Pemerintah Kabupaten OKU memutuskan untuk memperpanjang masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hingga September mendatang. Keputusan ini berdasarkan rapat di ruang Abdi Praja, kantor Bupati OKU, kemarin (10/8) siang.

Rapat tersebut dihadiri Disdik OKU, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten OKU, Dinkes OKU, Kankemenag OKU, MKKS SMP OKU, K3S, IGTKI PGRI OKU, Himpaudi, dan BPBD OKU. Pertemuan tersebut dipimpin Setda OKU H Achmad Tarmizi.

Kepala Disdik OKU H Teddy Meilwansyah SSTP MM yang diwakili Sekretaris Disdik OKU Alfarizi SE Ak mengatakan, untuk tatap muka di sekolah akan diuji coba pada 1 September mendatang.

“Sekolah tatap muka ini akan diujicoba pada sekolah di delapan kecamatan,” kata Alfarizi. Sedangkan sekolah di lima kecamatan lain belum bisa melaksanakan tatap muka pada September mendatang.

Lima kecamatan tersebut adalah Baturaja Timur, Baturaja Barat, Sinar Peninjauan, Kedaton Peninjauan Raya, dan Sosoh Buay Rayap. “Lima kecamatan ini masih ada yang suspek terindikasi Covid-19,” jelasnya.

Selain itu, sebelum tatap muka, juga diperlukan persiapan awal di sekolah negeri maupun swasta sebagaimana ketentuan dalam keputusan empat menteri. Ia mengatakan, untuk memastikan sekolah menggelar tatap muka akan dibentuk tim yang terdiri dari Disdik, BPBD, Dinkes, Gugus Tugas Covid 19, dan Kankemenag OKU.

Tim ini bertugas untuk memeriksa kesiapan sekolah. Hasil pemantauan tim lapangan akan dibawa dalam rapat pada 24 Agustus mendatang. “Keputusan rapat tersebut akan  menjadi dasar apakah tatap muka dapat dilaksanakan atau PJJ terus diperpanjang,” ujar Alfarizi.

Sementara untuk 5 kecamatan lain, akan dilihat sampai 1 November 2020. “Kita akan lihat kondisi apakah tatap muka atau tetap PJJ per 1 November. Saat ini kita uji coba di 8 kecamatan yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka,” ungkap Alfarizi.

Menurut Alfarizi, pertemuan ini digelar agar bisa mengambil keputusan matang. Apalagi, rencana sekolah tatap muka ini meminta masukan dari Dinkes, IDAI OKU, BPBD, dan pihak terkait lainnya.