Upal Hasil Fotokopian di Printer

OKU – Kapolres OKU AKBP Arif H Ritonga SIK.MH melalui Kapolsek Peninjauan Iptu Hamid mengungkapkan hasil penyelidikan penangkapan David Kenedy dan Andri yang merupakan tersangka pengedar uang palsu (upal) pada 3 Agustus lalu.

Sehari setelah dibekuk, kedua tersangka dibawa ke rumah kontrakannya di desa Tanjung Baru, kecamatan Baturaja Timur. “Hal ini dilakukan untuk mencari barang bukti lain. Namun di rumah kos tersangka, polisi tidak menemukan uang palsu lain. Polisi hanya menemukan alat pencetak uang palsu beserta tinta serta kertas yang digunakan,”  terang Hamid.

Dari pengakuan kedua tersangka, David dan Andri mencetak upal dengan memanfaatkan fasilitas fotokopi di printer atau mesin cetak komputer. “Hal ini dibuktikan dengan nomor seri uang palsu yang mereka cetak sama persis dengan uang asli yang dijadikan sebagai contoh,” terang Hamid.

Untuk mencetak upal, keduanya menggunakan uang asli pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu sebagai contoh. Kemudian uang asli tersebut difotokopi bolak balik. Setelah dicocokkan dengan uang palsu yang dicetak tersangka, semua nomor serinya sama.

Uang asli pecahan Rp50 ribu sudah diamankan. “Sedangkan uang asli yang pecahan Rp100 ribu sudah dibelanjakan,” lanjutnya.

Masih kata Hamid, kertas yang digunakan kedua tersangka untuk mencetak upal adalah kertas HVS biasa. “Namun dengan keahlian keduanya, mereka bisa membuat penampilan upal yang sangat mirip dengan uang asli,” terangnya.

Ternyata ide mencetak upal ini adalah David Kenedy (26), seorang seorang tenaga honorer Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan OKU. “Menurut keterangan keduanya, keduanya baru kali ini mencetak uang palsu,” papar Hamid.

Hamid juga mengatakan akan menyerahkan kasus serta kedua tersangka ke Polres OKU. “Saat ini tersangka masih ditahan di Mapolsek Peninjauan. Dalam waktu dekat, keduanya akan diserahkan ke Polres OKU guna menjalani penyelidikan lebih jauh,” pungkas Hamid.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan OKU Aminilson menjelaskan, oknum anggota pemadam kebakaran (damkar)  yang berurusan dengan hukum tersebut merupakan regu damkar kota Baturaja. “Bukan personil Damkar Peninjuan,” ujar Aminilson.

Ia mengakui, ia mendapat informasi bawahannya ditangkap polisi dari sesama anggota damkar. Dirinya menegaskan pihaknya tidak akan membela oknum tenaga honorer tersebut.  “Sanskinya tegas, diberhentikan,” tandas Aminilson. (lee/stf)