Dokter Protes Insentif Diganti Tukin

AUDIENSI : Para dokter spesialis di RSUD menghadap Wako, Ir H Ridho Yahya MM melakukan audiensi, belum lama ini. Foto: Humas Pemkot Prabumulih. (*)

PRABUMULIH – Para dokter spesialis bertugas juga Pegawai Negeri Sipil (PNS) di RSUD mengadukan nasibnya ke Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM dengan melakukan audiensi, Kamis (6/8) sore.

Kedatangan para dokter spesialis ini, tidak lain mengeluhkan soal penghapusan insentif dokter spesialis mencapai Rp 6 juta sebulan sejak Januari lalu. Digantikan dengan tunjangan kinerja (Tukin), besarannya jauh dibawah insentif karena disesuaikan dengan pangkat dan golongan dokter spesialis sebagai PNS.

“Sejak Januari lalu, insentif dokter spesialis sekitar Rp 6 juta sebulan sudah dihapuskan dan tidak kita terima lagi. Dan, diganti Tukin,” terang salah satu dokter spesialis dibincangi awak media,.

Karena nilainya, jauh dibawah insentif itulah. Akhirnya, kata dia, menghadap Wako dengan harapan insentif dokter spesialis dikembalikan seperti semula.

“Sudah disampaikan ke Pak Wako, soal keluhan kita para dokter spesialis di RSUD. Agar insentif kita, tetap dibayarkan dan tidak digantikan Tukin,” tukasnya.

Informasinya, kata dia, Pemerintah kota (Pemkot) tengah mencari solusi dan berkoordinasi dengan Pemerintah kabupaten (Pemkab)/Pemerintah kota (Pemkot) terkait membayarkan insentif tersebut.

“Lagi dicari formula dan aturannya, dasar pembayaran insentif tersebut. Kita sampaikan, seperti kabupaten tetangga masih membayarkan insentif tersebut,” ucapnya.

Terpisah, Wako, Ir H Ridho Yahya MM dikonfirmasi membenarkan, soal keluhan penghapusan insentif dokter spesialis diganti Tukin.

“Kebijakan penghapusan insentif dokter spesialis diganti Tukin sudah sesuai dengan aturan, sesuai dengan petunjuk Menteri Keuangan (Menku),” jelasnya.

Kata Ridho, sepanjang tidak melanggar aturan, kalau memang bisa tetap dibayarkan. “Akan kita carikan solusi, untuk dasar kebijakan tersebut,” bebernya. (03)