Sidang Cerai Bisa di KUA

Seorang istri mengajukan gugat cerai suaminya kepada Pengadilan Agama (PA) Baturaja. Kemarin ia menjalani sidang tersebut di KUA Lubuk Batang. Foto: Herli/okuekspres. (*)

OKU – Selain sidang isbat pernikahan untuk pasangan suami istri (pasutri) yang belum memiliki buku nikah, ternyata KUA Lubuk Batang bisa melaksanakan sidang cerai gugat, cerai talak, dan dispensasi nikah bagi yang di bawah umur.

Seperti kemarin (6/8). KUA Lubuk Batang menggelar sidang cerai gugat pasutri dari desa Merbau, kecamatan Lubuk Batang. Sidang cerai tersebut dipimpin Drs Sirjoni (hakim) dan Ahmad Hidayat (panitera).

Kepala KUA Lubuk Batang Drs Arman Ashri M.Si menjelaskan, sidang perceraian baru kali ini digelar di kantornya. “Awalnya kita hanya menggelar sidang isbat perkawinan melalui program sidang keliling Pengadilan Agama (PA) Baturaja. Namun, kini kita sudah bisa melaksanakan sidang perceraian,” jelas Arman.

Namun, kata Arman, untuk mekanisme sidang tetap harus melalui pengajuan ke PA Baturaja terlebih dahulu. “Penggugat harus mengajukan berkas gugatan ke PA. Yang bersangkutan akan mendapat surat panggilan untuk sidang perceraian di KUA,” kata Arman.

Menurut Arman, banyak keuntungan yang didapat bagi masyarakat yang ikut sidang melalui program sidang keliling. “Salah satunya lebih menghemat waktu karena tidak perlu jauh -jauh ke Baturaja, serta proses sidang yang lebih cepat,” katanya.

Ia menambahkan, jika menjalani sidang di PA, belum tentu sekali sidang perkara langsung putus atau selesai. “Namun jika melalui program sidang keliling, sekali sidang, perkara bisa langsung selesai,” lanjutnya.

Mengenai sidang isbat, Arman mengatakan untuk saat ini sudah ada lima pasutri yang akan mengikuti sidang. “Mungkin dalam waktu dekat akan menjalani sidang. Saat ini juga kita sudah ada permintaan dari kecamatan di luar Lubuk Batang untuk ikut sidang di kantor KUA lubuk Batang,” pungkas Arman. (lee)