Wakili OKU di Pemilihan Duta Bahasa Sumsel

Jalu Rizky Pratama (tengah) didampingi kepa SMK Yadika (kanan) siap membawa nama harum kabupaten OKU di ajang pemilihan Duta Bahasa Sumsel 2020. Foto: jeki/oku ekspres. (*)

OKU – Jalu Rizky Pratama, siswa kelas XII SMK Yadika Baturaja siap membawa nama Kabupaten OKU dalam pemilihan Duta Bahasa Sumatera Selatan 2020. Meskipun statusnya masih pelajar, hal tersebut tidak menciutkan mentalnya.

Bahkan ia termotivasi dan siap bersaing dengan peserta dari daerah lain yang mengikuti seleksi duta bahasa tingkat Sumsel. “Rata-rata peserta yang ikut adalah mahasiswa, untuk pelajar tingkat SMK cuma saya,” kata Jalu.

Dituturkan Jalu, ia tidak menyangka dapat ikut dalam ajang bergengsi dan mewakili sekolah dan Kabupaten OKU. Awalnya ia hanya ditawari temannya yang telah menjadi finalis putra kebudayaan Sumsel. Menurut temannya, ia memiliki potensi untuk ikut pemilihan duta bahasa  sebab ia bisa berbahasa asing.

“Syarat mengikuti lomba ini adalah bahasa Indonesia yang baik dan benar, kemudian bahasa asing. Saya menguasai dua bahasa asing yakni Arab dan Jepang,” tutur Jalu yang mengaku tak terlalu mendalami bahasa Inggris.

Menurut siswa kelas XII jurusan TKJ di SMK Yadika Baturaja ini, kedua bahasa asing tersebut telah ia pelajari secara otodidak sejak SMP. “Kalau bahasa Arab, waktu SMP saya mondok (pesantren). Kemudian saya belajar secara otodidak bahasa Arab. Kalau bahasa Jepang, saya beli kamus dan belajar berbahasa Jepang,” ungkapnya.

Dikatakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Wasis dan Eranisranti ini, ia merasa beruntung ia didukung penuh oleh sekolah. “Pertama saya bilang dengan kepala sekolah langsung didukung oleh beliau bahkan untuk persiapan nanti sekolah menyediakan fasilitas. Termasuk pelatih untuk saya belajar,” imbuhnya.

Dikatakan Jalu, motivasi ia mengikuti pemilihan duta bahasa tingkat Sumsel ini karena ia ingin membanggakan keluarga, sekolah, dan Kabupaten OKU. Ia pun optimis dapat meraih prestasi dalam ajang tersebut.

Seleksi administrasi tanggal 24 Juli. Kabarnya ada 74 peserta se Sumsel, yang lolos cuma 20 orang (10 putra dan 10 putri). “Pastinya saya tetap optimsi dan tetap melakukan persiapan yang matang,” tukasnya.