Tanam Jagung Jelang Kemarau

Tanam jagung dengan mengunakan alat yang disebut otok-otok. Foto: gunawan/oku ekspres (*)

OKU – Sejumlah petani di beberapa desa yang ada di kecamatan Lubuk Raja nekat menanam jagung saat musim kemarau. Jagung tersebut ditanam di lahan kosong.

“Walaupun masuk musim kemarau, kami masih tetap tanam (jagung),” ucap Iyus, salah satu petani jagung di desa Batumarta I, kemarin (20/7). Jika masih ada curah hujan dalam sebulan atau 2 bulan ini, tanaman jagung masih bisa menghasilkan buah. Namun jika sudah kemarau dan tidak ada curah hujan, petani khawatir jagung tidak akan berbuah.

Namun petani tetap nekat menanam jagung. “Jika tidak bertani, penghasilan petani dari mana lagi selain bertanam,” tambah Adan, salah satu petani yang juga ikut menanam jagung di lahan kosong tersebut.

Penanaman jagung saat ini tidak perlu lagi mengunakan pohon untuk melubangi tanah dan diisi bibit jagung. Saat ini, petani sudah mengunakan alat untuk melubangi tanah dan bibit langsung masuk lubang. Alat yang disebut otok-otok tersebut, petani tersebut susah lagi mengatur jarak tanam. Hal ini disebabkan jarak tanam sudah diatur oleh otok-otok. (gun)