Total Aset Capai Rp92 M

Bupati OKU Kuryana Azis menerima cinderamata dari PT BPR Baturaja. Tahun ini PT BPR mengumpulkan laba Rp 245 juta, dan per April, PT BPR tidak mengalami kerugian karena telah mencapai break event point (BEP). Foto: Mustofa/Oku Ekspres. (*)

OKU – Masa Covid 19 menyerang seluruh sektor. Tak terkecuali dunia perbankan. Situasi tersebut diakui Komisaris Utama PT BPR Baturaja Bhakti Perdana Dalimi saat syukuram HUT PT BPR Baturaja ke – 3 pada 17 Juli di kantor PT BPR Baturaja. 

“Dua bulan terakhir, kami tidak bisa menjual kredit secara maksimal karena pemerintah memberlakukan social distancing hingga phsychal distancing. Corona sangat berdampak ke seluruh aspek kehidupan,” kata Bhakti.

Namun, dengan kreatifitas dan inovasi, persoalan tersebut memunculkan inovasi yang jitu. Pihaknya memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan mengembangkan aplikasi. 

“Lewat aplikasi yang dikembangkan, layanan tetap jalan tanpa harus bertemu dengan nasabah. Nah tahun 2020 dijadikan era digitalisasi di PT BPR Baturaja dimulai layanan kredit,” ungkapnya. 

Kegiatan utama BPR Baturaja adalah menghimpun dana dalam bentuk simpanan, tabungan dan deposito, serta menyalurkan dana dalam bentuk pinjaman.

Selama tiga tahun beroperasi, PT BPR sambung Bhakti mengalami banyak kemajuan. Baik dari produk tabungan, deposito, simpanan bank lain, hingga permodalan. “Total aset sampai saat ini Rp 93 M, sedangkan tahun lalu Rp70 M. Artinya total aset tumbuh 32,82 persen, ” terangnya. 

Tahun ini modal tumbuh menjadi Rp12,56 M. Ia berharap, modal dasar dapat dipenuhi menjadi Rp15 M. Sehingga PT BPR Baturaja bisa menggunakan Anjungan Tunai Mandiri (ATM), sesuai aturan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

“Namun yang terpenting, saat ini PT BPR Baturaja sudah mencapai laba Rp 245 juta. Ini prestasi pertama. Bahkan sejak April 2020 sudah mencapai break event point (BEP). Di titik itu kita sudah tidak lagi mengalami kerugian,” ucap Bhakti dengan bangga.

Sementara itu, Bupati OKU H Kuryana Azis mengapresiasi kemajuan bank daerah Kabupaten OKU ini. Menurut dia, membuka bank tidak semudah membuka toko. Apalagi, jelas orang nomor satu di Kabupaten OKU ini, tidak semua kabupaten di Sumsel memiliki bank daerah dan tidak semua bank daerah maju.