Diduga Depresi, Restu Gantung Diri

OKU – Diduga depresi karena himpitan ekonomi, seorang pria bernama Restu nekad mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Penyadap karet 26 tahun tersebut ditemukan tewas pada 10 Juli pagi. Warga desa Lubuk Rukam, Kecamatan Peninjauan ini tewas tergantung dengan seutas tali di belakang Puskesmas desa Lubuk Rukam.

Kontan saja, penemuan Restu yang tewas mengenaskan tersebut membuat geger keluarga serta masyarakat setempat. Restu pertama kali ditemukan tergantung oleh istrinya yang memang sedang mencarinya. Hal ini dilakukan karena Restu sudah tidak pulang ke rumah sejak malam hari sebelumnya.

“Korban (Restu) ditemukan istrinya sendiri dalam keadaan sudah tergantung dan sudah tak bernyawa. Kemudian istri korban berteriak histeris hingga mengundang tetangga,” ucap Kapolres OKU AKBP Arif H Ritonga SIK MH melalui Kapolsek Peninjauan Iptu Hamid.

Menurut Hamid, saat petugas Polsek Peninjauan tiba di lokasi kejadian, tubuh Restu sudah diturunkan keluarga dan warga. Saat itu, tubuh Restu ditempatkan di di atas meja di samping tempat ia tergantung. “Polisi lalu lakukan olah TKP serta memeriksa beberapa saksi mata, termasuk istri korban,” lanjutnya.

Dilanjutkan Hamid, dari hasil Olah TKP, Restu meninggal dunia dengan jeratan  tali di leher. Petugas juga menemukan luka pada lidah Restu. Luka tersebut diduga akibat tergigit saat Restu gantung diri. Dugaan bunuh diri semakin kuat setelah polisi menemukan bercak sperma yang keluar dari kemaluan Restu.

Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan beberapa barang bukti. Diantaranya seutas tali tambang hijau dan biru dengan panjang sekitar 150 cm. Tali ini digunakan Restu untuk gantung diri.

Kemudian sebilah pisau dapur sepanjang 30 cm di pinggang kiri yang diduga digunakan Restu untuk memotong tali tambang yang digunakan untuk gantung diri. Tali tambang tersebut merupakan bekas tali ayunan. Selain itu, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti lainnya. “Untuk sementara, kematian korban diduga karena bunuh diri,” beber Hamid.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan keluarga, Restu nekat mengakhiri hidupnya karena himpitan masalah permasalahan ekonomi. “Diduga restu depresi lantaran himpitan ekonomi,” pungkas Hamid. (lee)