Pembakar Hutan Terancam Denda Rp10 M

Sosialisasi akan bahaya Karhutla yang digelar Polsek Banding Agung di Desa Simpang Sender Timur, Kecamatan BPRRT, Rabu (8/7). Foto : Hamdal/HOS. (*)

OKU SELATAN – Kepolisian Sektor (Polsek) Banding Agung, Kabupaten OKU Selatan terus melakukan sosialisasikan akan bahaya Pembakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) secara Door to Door hingga ke perkebunan milik warga.

Sosialisasi itu sendiri salah satunya seperti yang dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Banding Agung bersama Bhabinsa Koramil, di Desa Simpang Sender Timur, Kecamatan BPRRT, Rabu (8/7) kemarin.

Dalam sosialisasi ini Bhabinkamtibmas Polsek Banding Agung bersama Bhabinsa Koramil juga menerangkan betapa bahayanya melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sengaja, hingga di ancam dengan ancaman yang fantastis yakni denda sebesar Rp 10 Milyar.

Kapolsek Banding Agung, AKP Hendri melalui Bhabinkamtibmas Polsek Banding BRipka, Zuliyus menyebutkan bahwa giat sosialisasi serta himbauan kepada masyarakat Desa Simpang Sender Timur tersebut dilakukan mengingat Desa tersebut berada di wilayah perbukitan dan masyarakatnya sebagian besar berprofesi sebagai petani kebun.

“Kita melakukan sosialisasi serta himbauan Maklumat Kapolda Sumsel tentang Karhutla kepada masyarakat serta menghimbau agar warga selalu menjaga Kamtibmas dan jangan keluyuran kecuali ada keperluan,” ujarnya.

Karena, terang dia, bagi pelaku pembakaran lahan dan hutan apabila dilakukan secara sengaja maka dapat dikenakan tindak pidana.

“Karhutla sudah ada ketentuan hukumnya yang jelas, jadi pelaku bisa di pidana, bahkan disertakan dengan denda yang cukup besar,” tegasnya.

Hal itu, jelasnya sesuai yang tertera di dalam UU Nomor 39 Pasal 108 Tahun 2014 tentang perkebunan dengan ancaman hukuman penjara 12 Tahun dan denda 10 Milyar,” jelasnya.

Jadi, tegasnya bagi warga yang melakukan Karhutla, jangan harap dapat terbebaskan begitu saja, karena harus di proses secara hukum.

“Untuk itu sebelum terjadi di OKU Selatan dengan gencar kita melakukan sosialisasi pemahaman mengenai hal itu ke warga, baik yang berada di rumah hingga di perkebunan,” tandasnya. (dal)