Kantor KONI Dibobol Maling

Teralis jendela kantor KONI yang dirusak pelaku pencurian. Foto: herli yansah/oku ekspres (*)

OKU – Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten OKU di GOR Baturaja dibobol pencuri, pada 7 Juli malam. Pelaku pencurian berhasil masuk ke kantor melalui jendela yang telah dirusak.

Pelaku mencongkel jendela serta memotong teralis besi pada jendela. Akibatnya, sejumlah barang elektronik di Kantor KONI tersebut hilang.

Pencurian tersebut pertama kali diketahui oleh Yanti (28) yang bekerja di kantor KONI OKU. Ia mengatakan pada Selasa malam sekitar pukul 21.00 WIB, ia masih sempat berberes di kantor.

“Setelah itu saya pulang. Ketika pagi harinya (kemarin), saat saya masuk kantor, saya lihat teralis jendela sudah dipotong. Selain itu, beberapa barang kantor seperti TV, kipas angin dan komputer sudah tidak ada lagi,” ucap Yanti.

Yanti juga memeriksa ruangan ketua KONI OKU. Ternyata beberapa barang di ruang itu juga sudah raib. “Di ruang ketua, pintu jendela juga sudah tidak terkunci serta teralis juga sudah dipotong. TV yang terpasang di dinding kantor juga sudah hilang,” lanjut Yanti.

Sementara itu, Ketua KONI Eddy Jaya mengakui aksi pencurian dilakukan cukup rapi. “Pelaku masuk dari jendela dengan mendongkel dan memotong teralis jendela di ruang depan dan di ruang ketua sekretaris dan bendahara. Lalu mengambil beberapa barang,” kata Eddy.

Menurut Eddy, barang yang berhasil diambil pelaku berupa 1 unit TV, 1 unit kipas angin, 4 unit komputer (2 diantaranya beserta CPU dan  speaker), serta 2 unit printer. “Kita sudah lapor ke Polsek Baturaja Timur,” kata Eddy.

Eddy sangat menyayangkan kejadian yang dialami kantornya. “Saya harap kejadian ini menjadi  pembelajaran bagi kita semua ketika kantor di wilayah sepi dan tidak dijaga, maka kantor tersebut menjadi sasaran empuk bagi pelaku kejahatan,” keluhnya.

Mulyadi (43), salah seorang penjaga GOR Baturaja mengaku tidak mengetahui peristiwa pembobolan kantor KONI OKU tersebut. Padahal Mulyadi tinggal dekat dengan kantor KONI OKU. “Saya baru tahu ada pencurian ketika ada polisi datang,” ujar Mulyadi.

Dikatakan Mulyadi, pada malam kejadian, ia mengunci pintu gerbang GOR sekitar pukul 22.00 WIB. “Kemudian saya tidur dan tidak tahu apa-apa lagi,” lanjutnya.

Ia menambahkan, sejak penemuan mayat di depan GOR beberapa waktu lalu, ia selalu mengunci pintu masuk ke area GOR. “Kalau dulu memang kadang terkunci kadang tidak. Tapi saya sering keliling untuk memastikan kondisi aman. Namun sekarang sejak penemuan mayat itu, pukul 21.00 WIB atau pukul 22.00 WIB, pintu gerbang sudah saya kunci. Biasanya selepas itu saya tidur karena harus bangun pagi – pagi,” tambahnya.

Sementara Kapolres OKU AKBP Arif H Ritonga SIK.MH melalui Kapolsek Baturaja Timur AKP Sulis Pujiono didampingi Kanit Reskrim Aiptu Agus Trisandi,SE membenarkan pencurian di Kantor KONI OKU.

“Polisi sudah datang melakukan olah TKP serta meminta keterangan beberapa saksi. Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan Polsek Baturaja Timur,” pungkas Agus. (lee)