Dilema Akibat Hilang Mata Pencarian

Salah satu penerima bantuan rumah gratis yang mengaku dilema akibat hilang mata pencarian. Foto : Hamdal/HOS. (*)

OKU SELATAN – Dilema nampaknya dirasakan oleh beberapa Kepala Keluarga (KK) warga Sulitan, Kelurahan Kisau, yang menerima bantuan Rumah Layak di Talang Belidang, Dusun I Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua Kabupaten OKU Selatan.

a, dari 25 KK yang mendapatkan rumah gratis tersebut, disatu  sisi mereka merasakan kebahagiaan lantaran mendapatkan tempat tinggal yang layak, namun di sisi lain mereka merasa dilema lantaran kehilangan mata pencarian.

Apabila sebelumnya, pada saat tinggal di Sulitan mereka memiliki usaha tambal ban, servis pelak, dan jari-jari motor, kini di tempat tinggal yang baru tak ada lokasi untuk melanjutkan usaha tersebut.

Hal ini salah satunya seperti yang diungkapkan oleh Mat Ali (47) warga Sulitan, Kelurahan Kisau yang menerima bantuan rumah layak, saat di bincangi wartawan.

Dikatakannya, bantuan rumah tersebut memang gratis alias tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun, namun tidak ada peluang untuk buka usaha kecil-kecilan seperti yang telah mereka lakoni selama ini.

“Rumah ini memang gratis, tapi kalau lampu dan air bayar. Kami juga bingung karena tidak bisa lagi buka usaha tambal, karena jauh dari jalan dan sepi permukiman,” ujarnya.

Mata pencarian dirinya, ucap Mat Ali ikut tergusur. Dengan begitu terpaksa ia pun harus mengulang dari Nol lagi untuk menjalani hidup sehari-hari.

Atas adanya bantuan ini, terang Mat Ali, bukan berarti dirinya tidak berterimakasih, melainkan itu yang memang sudah mereka rasakan selama 4 hari ini.

Selain itu juga, lanjutnya, kondisi fasilitas rumah tersebut masih sangat minim, akibatnya barang-barang miliknya tidak bisa di masukkan ke dalam rumah.

Senada Johan Candra (30) warga yang sama juga mengutarakan keluhannya. Menurutnya dengan adanya bantuan rumah yang statusnya pinjam pakai ini mereka selaku warga merasa senang.

“Namun, disisi lain kami sangat keberatan lantaran listrik tidak subsidi, sehingga kami harus membayar tarif normal, sedangkan mata pencarian hilang,” terangnya. (dal)