Pipa Induk Pecah 6 Meter

Petugas PDAM OKU memperbaiki pipa induk distribusi yang belah jumat (3/7) lalu. Dampak kerusakan, distribusi air terganggu sejak Sabtu. Foto : Mustofa/Oku Ekspres. (*)

OKU – Pipa induk distribusi air bersih di Unit IPA Bakung pecah pada Jumat (3/7) siang. Tidak tanggung-tanggung, pipa tersebut pecah sepanjang enam meter. Awalnya, pecahan pipa diketahui sepanjang satu meter.

“Di luar dugaan. Pipanya justru pecah sepanjang 6 meter,” ujar Direktur PDAM Tirta Raja OKU, H Abi Kusno melalui Kasi Distribusi, Syaifullah, kemarin (5/7).

Proses perbaikan, dikatakan Syaiful, langsung dilakukan oleh petugas. Namun sayangnya pada Sabtu (4/7) perbaikan yang seharusnya selesai justru terkendala hujan. “Akhirnya perbaikan dilanjutkan hari ini (kemarin). Pipa induk yang pecah tersebut terpaksa diganti karena kerusakan yang sangat parah,” jelasnya.

Pipa induk distribusi yang pecah tersebut, jelas Kepala Unit IPA Bakung Yasdi, diduga karena faktor usia pipa serta tekanan. Sebab, pipa induk tersebut dipasang sekitar 2005-2006. ‚ÄúTekanan tersebut berasal dari badan jalan dan tekanan air,” terangnya.

Pipa yang belah berukuran 12 inci itu berada di Lr Duku, kelurahan Kemalaraja, hanya beberapa meter dari unit IPA Bakung. Pihaknya tidak mengetahui ada fasilitas PDAM yang rusak.  “Gejalanya tidak ada. Kalau gejalanya muncul ke permukaan jalan, mungkin kerusakan ini cepat ketahuan,” ungkap Yasdi.

Pihaknya baru mengetahui pipa pecah setelah ada warga setempat melapor. Karena, dua hari sebelum diperbaiki, warga mendengar suara air mengalir deras di bawah tanah.

“Setelah diperiksa petugas, memang ada masalah di pipa. Akhirnya permukaan jalan dilubangi untuk memperbaiki pipa induk tersebut,” jelasnya.

Ketika petugas membuka lapisan pelindung pipa, menyemburkan menyembur ke atas setinggi 2 meter. Material batu dan tanah juga ikut terlontar ke atas.

Tidak sampai di situ, air yang menyembur dari pipa induk juga menggenangi badan jalan serta teras rumah warga. “akibatnya air sempat menggenang setinggi mata kaki orang dewasa. Tapi kondisi ini tidak lama, genangan air surut setelah dibantu mesin sedot air, ” ungkap Rudi Hartono, warga RT 18 kelurahan Kemalaraja.

Dampak kerusakan pipa induk, beberapa kawasan pelanggan air bersih terganggu. Di antaranya, Booster STM (sebagian Holindo), kelurahan Sekar Jaya, Gotong Royong, sebagian Sukajadi, Bakung, Sukaraya, Jl Lintas Sumatera, desa Tanjung Kemala, dan desa Terusan. (stf)