Desak Pembahasan RUU HIP Dihentikan

Pembahasan RUU HIP di DPR RI menuai gejolak. Masyarakat di seluruh Indonesia bereaksi menolak RUU tersebut. Karena, RUU HIP itu dinilai bakal membangkitkan paham komunisme di tanah air. Foto: Mustofa/Oku Ekspres. (*)

OKU – Gabungan Organisasi Masyarakat Islam dan MUI OKU menggelar aksi terkait RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang menghebohkan masyarakat Indonesia.

Ruas Jl Gajah Mada (depan gedung DPRD OKU) menjadi titik kumpul massa aksi. Dalam aksi tersebut, massa mengikrarkan pernyataan sikap serta apel siaga yang digelar serentak di Indonesia, kemarin (5/7).

“Aksi menolak RUU HIP dan menuntut penghentian pembahasan RUU HIP serta mendukung penuh maklumat MUI terkait penolakan RUU HIP,” ujar insiator aksi Rahmad Hidayat SH.

Pihaknya memastikan bakal menggelar aksi lagi jika tuntutan yang disampaikan seluruh ormas dan MUI se Indonesia tidak digubris pemerintah. “Aksi ini hanya menurunkan sebagian kecil massa di Indonesia. Tapi jika tidak dikabulkan, kami akan bawa massa lebih besar,” tegasnya.

Ali Khan yang merupakan ketua GNPF OKU mengatakan, pancasila merupakan hadiah umat Islam kepada bangsa. Masyarakat siap melawan faham komunisme, sekularisasi, leninmisme, dan marxisme. “Mari jaga NKRI dan Pancasila sampai kapan pun,” tegasnya disambut masa dengan takbir.

Apri, perwakilan Brigade 212 justru menuntut bukan hanya RUU HIP dihapus, tapi juga agar inisiator RUU HIP ditangkap. “Jika dari partai (inisiator RUU HIP), maka bubarkan partainya,” ujarnya melalui pengeras suara.

Selain menolak RUU HIP, H M Nizar penasehat Ormas Islam dan juga perwakilan MUI OKU menuntut pemerintah untuk membubarkan Badan Penasehat Ideologi Pancasila (BPIP). Ia juga meminta agar massa  mengawal RUU HIP dikeluarkan dari program legislasi nasional (prolegnas) DPR RI.