Absen Sidik Jari Kembali Diberlakukan

Pegawai kantor kecamatan Lubuk Batang mulai menggunakan absen sidik jari atau finger print per 1 Juli lalu. Foto: herli yansah/oku ekspres. (*)

OKU – Hari pertama kerja di bulan Juli, (1/7), para pegawai kantor kecamatan Lubuk Batang kembali menggunakan absensi finger print atau sidik jari. Selama masa pandemi Covid-19, absensi sistem ini ditiadakan untuk mencegah penularan corona.

Ketika Kabupaten OKU menjadi zona hijau, pemerintah kembali mengaktifkan sistem absensi sidik jari.

Camat Lubuk Batang Helni Purnanengsih SE mengatakan, sejak ASN di Kabupaten OKU mulai aktif bekerja di kantor, ia sudah ingin menerapkan kembali absensi tersebut. “Namun masih menunggu keputusan Pemerintah Kabupaten OKU. Akhirnya kita pakai absensi manual untuk sementara waktu,” ucap Helni.

Karena Kabupaten OKU sudah kembali ke zona hijau dan sudah menerapkan new normal, otomatis pemerintah kecamatan juga harus menegakkan peraturan kerja, termasuk masalah absensi.

“Kita sudah mendapat surat edaran Bupati OKU mengenai penerapan disiplin kerja  termasuk absensi finger print. Termasuk sanksi bagi yang melanggar absensi tersebut juga akan diterapkan,” lanjut Helni.

Selain absensi, Pemerintah Kecamatan Lubuk Batang juga akan mendisiplinkan jam kerja pegawai. Hal tersebut juga menjadi perhatian serius. “Jam kerja juga akan didisiplinkan. Di papan pengumuman sudah ditempel pengumuman mengenai jam masuk dan pulang kerja. Jadi tidak ada lagi alasan bagi pegawai kecamatan untuk bolos di saat jam kerja karena mempengaruhi tunjangan kinerja (tukin) pegawai,” pungkas Helni. (lee)