Harga Rokok Belum Naik

Rencana pemerintah menaikkan cukai rokok, sepertinya tidak berdampak pada penjualan. Sebab hingga di awal semester dua 2020, harga rokok masih terjangkau. Foto: Mustofa/Oku Ekspres. (*)

OKU – Harga rokok sepertinya batal naik di tahun ini. Sebab, hingga saat ini, harga rokok di tingkat pengecer masih normal. Kenaikan yang terjadi, masih batas normal.

“Belanja rokok untuk warung masih normal. Tiga bulan terakhir, harga rokok belum naik,” ujar Etty, seorang pedagang rokok di Pasar Atas, kemarin (2/7).

Menurut dia, ada beberapa jenis rokok yang naik. Namun, kenaikkannya maksimal Rp 1.000/bungkus. Seperti Magnum Blue. “Cuma itu yang naik, sedangkan harga rokok lain masih normal. Tapi ada rokok umum yang mahal. Seperti Evolution Rp 27.500/bungkus. Tapi sudah lama naik,” tuturnya.

Harga rokok lainnya, seperti Surya 16 Rp22.500/bungkus, Sampurna Rp22.500/bungkus, Clas Mild Rp22 ribu/bungkus, GP Rp17.500/bungkus, Dji Sam Soe Rp17.500/bungkys, dan Magnum Rp 20.000.

Hal Senada diungkapkan Angga, seorang pemilik warung sembako di kelurahan Talang Jawa. Dirinya mengakui ada kenaikan harga rokok. Tapi hanya untuk Clas Mild besar dan kecil.

Clas Mild besar sebelumnya Rp 21 ribu/bungkus, naik menjadi Rp 22 ribu/bungkus. Kemudian, Clas Mild kecil Rp 15 ribu/bungkus, naik jadi Rp 16 ribu/bungkus.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk menaikkan tarif cukai rokok. Keputusan berlaku per 1 Januari 2020. Kenaikan cukai merupakan hasil rapat September 2019 lalu.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menetapkan tarif cukai rokok sebesar 23 persen. Imbasnya, ada kenaikan pada harga jual eceran sebesar 35 persen. (stf)