Siswa Belum Sekolah, Penarik Ojek-Bentor Galau

Salah satu penarik bentor tertidur karena jenuh menunggu calon penumpang di kawasan Pasar Atas dua hari lalu. Foto: Mustofa/oku ekspres. (*)

OKU – Tahun ajaran baru ternyata tidak hanya diharapkan wali murid atau peserta didik. Tapi juga para penarik ojek dan bentor di kota Baturaja. Sebab, bila siswa sudah masuk sekolah pada tahun ajaran baru, maka besar kemungkinan aktifitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) kembali normal.

Kondisi ini sangat dinanti penarik ojek dan bentor. Karena, pendapatan mereka juga diprediksi akan kembali normal. Apalagi pendapatan mereka sebagian besar berasal dari pelajar.

“Sekitar 70 persen pendapatan dari ongkos pelajar,” ujar Mimin, warga Kelurahan Talang Jawa, belum lama ini.

Pendapatannya selama siswa belajar di rumah benar-benar turun tajam. Pundi-pundi rupiah yang dibawanya pulang terjun bebas. “Paling tinggi Rp40 ribu/hari. Itu pun pendapatan kotor. Belum mengisi BBM, belum untuk beli rokok batangan,” ungkapnya.

Selama status zona merah berlaku di Kabupaten OKU, dirinya hanya mengandalkan penumpang umum yang pergi atau pulang dari pasar. “Penumpang ini pun harus rebutan dengan pengojek lain. Sebab pengunjung pasar juga sepi,” tambahnya.

Sebelum corona mewabah di Kabupaten OKU, selama 6 jam beroperasi, ia mampu mendapatkan keuntungan sebesar Rp80 ribu. “Itu pendapatan bersih sebelum covid. Artinya bisa sampai Rp 100 ribu/hari. Tapi ngojeknya harus sampai sore,” tuturnya.