Tunggakan Capai Rp1,6 M

OKU – Tunggakan pelanggan PLN Rayon Baturaja sampai Juni kemarin tercatat mencapai Rp1,6 miliar. Jumlah tersebut terdiri dari Rp1,2 miliar yang menmenunggak selama sebulan dan Rp400 juta yang sudah telat bayar selama dua bulan.

“Jumlah tunggakan pelanggan PLN Baturaja yang melayani wilayah OKU dan OKU Timur sampai Juni kemarin mencapai Rp1,6 miliar,” kata Manager ULP Baturaja, Ahmad Meiledy, kemarin (30/6).

Diterangkan Meiledy, pelanggan yang memenunggak membayar rekening listrik dikelompokan menjadi tiga. Yakni pelanggan yang memenunggak selama sebulan dengan jumlah 10 ribu pelanggan; memenunggak dua bulan sebanyak 1.160 sambungan; dan memenunggak tiga bulan 27 pelanggan.

Bagi pelanggan yang memenunggak selama sebulan, lanjut Meiledy, sanksinya akan disangksi denda Rp3 ribu/pelanggan. “Biasanya pelanggan setelah dikirim surat pemberitahuan sudah memenunggak bayar rekening listrik, maka pelanggan akan segera melunasi tagihannya,” terang Meiledy.

Kemudian bagi pelanggan yang sudah menunggak bayar rekening listrik selama dua bulan, sanksinya lebih berat lagi. Yakni akan diputuskan sambungan listriknya. “Sesuai aturan, pelanggan harus melunasi tagihannya dulu. Setelah itu, listrik di rumah pelanggan disambung lagi,” bebernya.

Sedangkan pelanggan yang sudah menunggak selama tiga bulan, sanksinya adalah pemutusan permanen. “Kwh meter di rumah pelanggan akan disita. Jika pelanggan mau listriknya menyala lagi, maka wajib membayar semua denda tunggakan dan membayar biaya pasang baru,” tegasnya.

Untuk di Kabupaten OKU, lanjut Meildey, jumlah pelanggan yang menunggak tiga bulan tidak terlalu banyak. Contohnya, untuk Juni kemarin, hanya 27 pelanggan. 14 pelanggan diantaranya sudah diputus permanen dan 13 pelanggan lagi baru proses pengajuan ke pusat.