Bersama Ciptakan Wirausaha

Tiga lembaga yang tergabung di Yayasan Satria Pinandita berkunjung ke Graha Oku Ekspres terkait program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) dari Kemendikbud RI. Foto: mustofa/oku ekspres. (*)

OKU – Dua program unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dilaksankaan tiga lembaga kursus di Kabupaten OKU yang tergabung di Yayasan Satria Pinandita.

Dua program unggulan itu yakni Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW). “Untuk kali ini mau mengusulkan PKW ke Kemdikbud program bantuan pemerintah bidang sosial pendidikan,” ujar Direktur LKP Dewantara Mandiri Heri Safrizal, SKM saat berkunjung ke Graha Oku Ekspres, kemarin (30/6).

Heri didampingi dua direktur lembaga lainnya, LKP Pinandita Star College (Dedy Erwansyah, STP) dan PKBM Duta Nusa Mulia (Sapria SKM). Kunjungan ini merupakan bagian dari berkunjung ke Dunia Usaha Dunia Industri (Dudi) di Kabupaten OKU, salah satunya OKU EKSPRES.

Dalam program tersebut, ada sebelas pilihan kejuruan. Diantaranya desain grafis, fotografi, video shooting dan pemasaran, serta komunikasi dan penyiaran. Jurusan tersebut sangat relevan dengan perusahaan media.

Bahkan, dikatakan Heri, 11 kejuruan tersebut akan dikembangkan dengan kolaborasi program berbayar/reguler. “Apalagi di Sumatera Selatan belum ada Program Alih Profesi (PAP) 1 tahun untuk 11 bidang tersebut,” sambungnya.

Untuk peserta PKW, sambung Heri, baru direkrut setelah lima Dudi yang terlibat lengkap. Minimal, jelas Heri, lima Dudi bermitra dengan lembaga, maka progam yang diusulkan ke kementerian sangat berpeluang disetujui.

“Saat ini sedang dalam tahap menjalin kemitraan dan menyusun kurikulum bersama. Kalau kemitraan terjalin dan kurikulum tersusun, baru bisa rekrutmen dan seleksi peserta didik. Setelah lengkap persyaratan, baru diusulkan ke Kementerian. Kuota PKW tahun 16 ribu peserta didik seluruh Indonesia,” tuturnya.

Kriteria peserta didik, jelas Heri, yaitu putus sekolah/tamat sekolah SMP-SMA-PT/tidak sedang menjalani pendidikan formal, berusia 15-25 tahun, motivasi belajar mengikuti diklat yang baik, belajar hingga tuntas/selesai, melengkapi persyaratan/dokumen administrasi (ijazah dan transkrip nilai, KK, KTP, Kartu Kuning (AK1), dan beberapa syarat lainnya.

“Sasaran program ini adalah anak putus sekolah dan serius belajar. Karena hasil akhirnya adalah mereka bisa berwirausaha,” tandasnya.

Sementara GM OKU Ekspres, Imam Nuryadin S Hi menyambut baik rencana program tersebut. Sebab, keterampilan para pewarta di OKU EKSPRES bisa disumbangkan untuk berwirausaha peserta didik. “Semoga keterampilan dan kemampuan rekan-rekan pewarta yang jadi pemateri nanti bisa bermanfaat bagi peserta didik,” tandasnya. (stf)