Pelajar SD Tewas Tenggelam

Personil BPBD OKU menggunakan jalur sungai Ogan mengevakuasi korban hanyut Jumat siang pekan kemarin. Pelajar malang itu, sempat dicari keluarganya sejak Kamis petang. Foto: Mustofa/Oku Ekspres. (*)

OKU – Tepi sungai Ogan di Bakung dipadati masyarakat, Jumat (26/6) lalu. Kawasan ini dipadati masyarakat sejak kabar seorang pelajar berinisial A (9) hanyut di sungai besar di Kabupaten OKU ini beredar.

Perahu karet BPBD OKU serta ban pelampung milik warga menghanyut ke hilir sungai. Mereka menyisir sungai untuk menemukan pelajar kelas IV SD ini.

Upaya pencarian bocah malang itu di sungai Ogan dilakukan mulai pukul 10.00 WIB, Jumat pagi. Setelah seorang warga menemukan pakaian A berada di tepi sungai.

“Kamis (25/6) sore sudah kami (warga) cari. Tapi pencariannya tidak dilakukan di sungai. Hanya bertanya ke tetangga atau kerabatnya,” ujar Subri Lubis, ketua RT 6 Kampung Sawo, kelurahan Kemalaraja, kecamatan Baturaja Timur.

Dikatakan Lubis, pencarian warganya sudah dilakukan keluarga A sejak Kamis siang. Karena, sejak pagi, A pergi dari rumah. Pencarian di hari itu dilakukan hingga malam hari. “Tapi tidak membuahkan hasil. Pencarian dilanjutkan pada Jumat pagi,” jelasnya.

Tidak hanya di rumah keluarga dan teman A, pencarian juga dilakukan di taman kota. Karena, menurut kabar dari warga, A memiliki kebiasaan mudah tertidur.

Di Baturaja, sambung Lubis, A tinggal bersama bibinya. Sedangkan orang tuanya tinggal di Tanggerang, Banten.

Dirinya menceritakan, pada Kamis siang, Joko warga Kampung Baru yang bekerja di Istana Buah melihat tiga orang anak berjalan ke arah sungai sungai Ogan. Ketiganya berencana memancing.

“Joko sudah menyuruh tiga anak ini pulang. Mungkin khawatir terseret arus sungai karena debit air sungai sedikit besar,” ulasnya.