Harus Bisa Vertical Rescue

KPA Gempa Sabatra melatih vertical rappeling ke anggotanya. Latihan ini untuk menyiapkan SDM yang mampu mengevakuasi korban musibah di bidang vertikal. Foto : Mustofa/Oku Ekspres. (*)

OKU – Wanita itu tergantung di bawah jembatan kereta api di kelurahan Saung Naga, kecamatan Baturaja Barat. Ujung hijab yang dikenakannya terjepit di salah satu peralatan rappelling.

10 menit, wanita berhijab ini bertahan dengan seutas tali. Mentalnya benar-benar diuji di ketinggian. Rasa cemas berkecamuk. Apalagi saat kereta babarang ranjang dari arah Stasiun KA Baturaja melintas ke arah Martapura. Beruntung, bobot tubuhnya ditahan tali webbing berkapasitas bobot 500 kg.

Kemarin (28/6) pagi, KPA Gempa Sabatra menggelar pelatihan vertical rescue atau penyelamatan di bidang vertikal. Pelatihan ini bertujuan untuk menyiapkan tim evakuasi dari ketinggian.

“Baik itu korban kebakaran atau musibah yang terjadi di ketinggian. Entah itu dari atas menara, tebing atau tower,” ujar Ketua KPA Gempa Sabatra Deni Irawan S Pd didampingi Aslin Amardan Amd, Sekretaris KPA Gempa Sabatra.

Salah satu manfaat latihan vertical rescue yang pernah disaksikan warga di Baturaja  yakni menyelamatkan seorang warga yang diduga hendak bunuh diri dari sebuah Base Transceiver Station (BTS) tahun lalu.

Dengan latihan tersebut, sambung Aslin, organisasinya menyiapkan SDM wajib bisa rappelling. Sehingga ketika ada peristiwa serupa bisa melakukan evakuasi. Tentu dengan peralatan khusus.

“Untuk antisipasi, supaya tidak mengandalkan satu orang saja. Jadi dimana pun anggota kita bisa membantu penyelamatan dengan alat-alat khusus rappelling,” tuturnya.

Pihaknya memilih jembatan kereta api agar mental anggota terbentuk selain kemampuan yang terasah. Karena jembatan kereta api dinilainya ekstrim dan jauh dari masyarakat.

“Selain itu, supaya anggota latihan serius karena lokasinya langsung bersentuhan dengan alam supaya terbiasa dengan medan seperti itu, ” tandasnya.

Rappelling adalah suatu teknik menuruni bidang vertical dengan alat bantu utama tali. Bidang vertikal disini seperti tebing, menara, atau gedung dan lain sebagainya.

Rappelling sendiri adalah kebalikan dari panjat tebing. Bila arah gerak pada panjat tebing vertical ke atas, maka arah gerak rappelling vertical ke bawah. (Stf)